Pengertian, Jenis-jenis dan Manfaat Asuransi Jiwa

Posted by on 2015-12-31 - 10:55 PM

Asuransi merupakan program yang ditujukan untuk perlindungan atau proteksi terhadap berbagai resiko yang dapat menghambat kehidupan. Salah satu masalah umum yang dihadapi oleh kebanyakan masyarakat adalah terpuruknya perekonomian keluarga ketika pencari nafkah utama mengalami sakit keras, cacat permanen, atau meninggal. Seringkali, seorang anak harus putus sekolah dan menjadi tulang punggung keluarga setelah Ayahnya meninggal dunia. Tak jarang pula sebuah keluarga jatuh miskin setelah kepala keluarga meninggal.

Pengertian Asuransi Jiwa

Asuransi jiwa adalah salah satu jenis asuransi yang paling umum. Sesuai dengan namanya, asuransi jiwa ditujukan untuk proteksi terhadap resiko-resiko yang timbul setelah kematian. Asuransi jiwa bertujuan untuk menanggung atau melindungi seseorang dari kerugian finansial tidak terduga akibat kematian atau usia renta.

Dari defenisi tersebut, maka ada dua poin penting yang menjadi fokus dalam asuransi jiwa yaitu resiko kematian dan usia yang terlalu renta atau tua. Ketika resiko kematian menimpah pencari nafkah utama, maka asuransi jiwa akan memberi jaminan sehingga anak atau keluarga yang ditinggalkan tidak akan terlantar.

Selain resiko kematian, usia yang terlalu tua juga menjadi pertimbangan selanjutnya. Ketika seseorang mencapai usia yang terlalu tua sehingga tidak dapat mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan anak-anaknya, maka derita berupa kehilangan kesempatan mendapatkan penghasilan akan ditanggung oleh perusahaan asuransi.

Jadi, pada dasarnya asuransi jiwa merupakan asuransi yang ditujukan untuk melindungi seseorang atau kelompok atas kerugian finansial yang tak terduga akibat kematian, cacat permanen, atau usia yang sudah tidak produktif atau umur sudah terlalu tua.

Dalam asuransi jiwa terdapat perjanjian tertulis antara penanggung (perusahaan asuransi) dan tertanggung (peserta asuransi) yang tercantum dalam polis asuransi. Inti dari perjanjian itu adalah pemegang polis atau peserta berkewajiban membayar sejumlah uang yang disebut premi sedangkan perusahaan akan memberikan sejumlah uang sesuai dengan perjanjian jika sesuatu menimpa pemegang polis.

Jenis-jenis Asuransi Jiwa

jenis-jenis asuransi jiwa

Setiap perusahaan asuransi memiliki berbagai jenis produk asuransi dan menerapkan berbagai persyaratannya masing-masing. Peserta bebas untuk memilih jenis asuransi sesuai kebutuhan dan berkewajiban membayar premi sesuai dengan yang ditentukan.

Berikut beberapa jenis asuransi jiwa yang umum, yaitu :
  1. Asuransi Jiwa Berjangka (Term)
    Asuransi jiwa berjangka merupakan sistem asuransi dengan pertanggungan berjangka dalam kurun waktu tertentu. Kurun waktu yang diterapkan atau masa habis dari asuransi tersebut bervariasi seperti 5 tahun, 10 tahun, dan sebagainya. Asuransi jenis ini termasuk asuransi yang paling sederhana dan murah.

    Keunggulan dari asuransi jiwa berjangka adalah biaya premi yang harus dibayar terbilang murah bahkan paling murah di antara jenis lainnya. Meski preminya murah, namun perusahaan asuransi menawarkan pertanggungan yang cukup tinggi bahkan mencapai miliaran.

    Kelemahan dari asuransi ini adalah adanya batas waktu yang berlaku. Jika peserta meninggal atau tidak produktif setelah jangka waktu asuransi habis, maka keluarga tidak akan mendapatkan dana pertanggungan. Oleh karena itu, asuransi berjangka ini cocok untuk peserta yang memiliki daya beli terbatas.

  2. Asuransi Jiwa Seumur Hidup (Whole Life)
    Sesuai dengan namanya, asuransi jiwa seumur hidup dimaksudkan untuk memberikan proteksi seumur hidup hingga 99 tahun. Umur 99 tahun ditetapkan berdasarkan angka harapan hidup masyarakat di Indonesia yang berkisar antara 65 tahun hingga 70 tahun.

    Keuntungan dari asuransi jiwa ini adalah jangka waktu yang lebih panjang sehingga memungkinkan proteksi hingga 99% masa hidup. Pada asuransi jiwa seumur hidup, peserta akan mendapatkan sejumlah uang berkisar 4% (tergantung kebijakan masing-masing perusahaan) dari total premi yang harus dibayarkan kepada perusahaan asuransi.

    Dari segi waktu, asuransi jiwa seumur hidup lebih unggul dari asuransi berjangka. Namun dari segi biaya, asuransi jiwa seumur hidup mewajibkan premi yang lebih tinggi. Meski demikian, asuransi jenis ini menawarkan berbagai keuntungan yang lebih besar daripada asuransi berjangka.

  3. Asuransi Jiwa Dwiguna (Endowment)
    Asuransi dwiguna merupakan program asuransi yang memiliki dua fungsi yaitu sebagai asuransi berjangka dan sebagai tabungan. Peserta akan menerima sejumlah uang pertanggungan jika tertanggung meninggal dunia dalam priode waktu tertentu sesuai dengan kebijakan polis asuransi.

    Jika peserta terhindar dari resiko kematian atau cacat dalam kurun waktu masa berlaku asuransi jiwa berjangkanya, maka tertanggung akan mendapatkan seluruh dana pertanggungan. Pemegang polis juga dapat menarik polis asuransi jika suatu saat memiliki kebutuhan yang mendesak sesuai dengan periode waktu yang ditentukan dalam polis asuransi.

    Premi yang harus dibayar pada asuransi dwiguna lebih besar dari asuransi jiwa berjangka dan asuransi seumur hidup. Sama seperti asuransi seumur hidup, pada asuransi dwiguna peserta juga menerima uang tunai sekian persen dari total premi yang dibayarkan.

  4. Asuransi Jiwa Unit Link
    Sama seperti asuransi dwiguna, asuransi jiwa unit link juga memiliki dua fungsi yaitu fungsi proteksi dan fungsi investasi. Asuransi jiwa unit link merupakan asuransi yang lebih mahal dari jenis lainnya karena menawarkan proteksi yang lebih unggul. Dari segi investasi, asuransi jiwa unit link menawarkan investasi yang cukup menjanjikan namun dengan resiko cukup besar pula.

Manfaat Asuransi Jiwa

Sesuai dengan pengertian yang telah dijabarkan di atas, maka manfaat menggunakan asuransi jiwa adalah pemegang polis dapat melindungi diri atau keluarganya dari kerugian finansial yang tidak terduga akibat kematian atau usia yang tua renta.

Jika dijabarkan secara lebih khusus, maka ada beberapa manfaat yang dapat dirasakan oleh peserta asuransi jiwa, yaitu :
  1. Meminimalisir Resiko Tak Terduga
    Sesuai dengan tujuannya, manfaat yang paling utama dari asuransi jiwa adalah meminimalisir resiko akibat kejadian tak terduga yang menimpah seseorang atau kelompok (keluarga) khususnya dari kerugian finansial akibat kematian, cacat permanen dan usia renta.

  2. Melindungi Keluarga dari Kerugian Finansial
    Sejalan dengan manfaat nomor satu, asuransi jiwa diharapkan dapat melindungi keluarga dari kerugian finansial akibat kematian kepala keluarga atau pencari nafkah utama sehingga keluarga yang ditinggalkan tidak terlantar. Selain itu, beberapa hal berkaitan dengan urusan pencari nafkah seperti hutang piutang yang harus dibayar juga dipertimbangkan dalam asuransi jiwa.

  3. Membuka Peluang Mempersiapkan Hal lain
    Dengan adanya asuransi jiwa yang mengcover hal penting terkait perlindungan finansial, peserta asuransi dapat mempersiapkan kebutuhan lain yang harus dipenuhi secara rutin. Peserta dapat lebih fokus mempersiapkan biaya pengeluaran keluarga setiap bulannya, pendidikan anak, dan berbagai kebutuhan lainnya.

  4. Sebagai Alternatif Menabung atau Investasi
    Asuransi jiwa bisa dijadikan sebagai alternatif untuk menabung atau berinvestasi. Anda bisa mengambil asuransi jiwa dwiguna sebagai alternatif menabung dan jika anda ingin berinvestasi, maka cobalah asuransi jiwa unit link. Selain sebagai proteksi, peserta juga dapat memperoleh manfaat investasi.

  5. Mengurangi Beban Fikiran
    Dengan adanya proteksi terhadap resiko kerugian finansial, secara tidak langsung asuransi jiwa dapat membantu mengurangi beban fikiran. Dengan mengikuti asuransi jiwa, fikiran akan cenderung lebih tenteram karena akan ada dana cadangan untuk mengantisipasi kerugian finansial di masa yang akan datang. 
Seluruh konten yang diterbitkan di edukiper.com dilindungi undang-undang hak cipta. Dilarang menerbitkan ulang konten dalam bentuk dan cara apapun.

Related Post:

Advertisements