Prinsip-prinsip Dasar Dalam Ilmu Geografi

Posted by on 2016-04-21 - 10:45 AM

Geografi sebagai ilmu pengetahuan memiliki dua unsur utama yang menjadi bahan kajiannya. Kedua unsur tersebut adalah keadaan alam (realm of nature) dan keadaan manusia (human realm). Kedua unsur inilah yang dalam perkembangan ilmu geografi dijadikan sebagai aspek penelitian yang meliputi aspek fisik dan aspek sosial. Geografi mengkaji fenomena-fenomena alam, fenomena sosial, dan hubungan antar keduanya.

Prinsip merupakan sesuatu yang dipegang teguh dan menjadi dasar dalam setiap keadaan. Prinsip geografi adalah pegangan yang menjadi dasar bagi para geograf dalam mengembangkan ilmu geografi. Penggunaan ini diterapkan pada berbagai bidang kegiatan seperti penguraian, pengkajian, pengungkapan gejala, penentuan variabel, pencarian faktor, dan masalah-masalah geografi.

Prinsip-prinsip dasar ini harus digunakan ketika melakukan pendekatan terhadap objek atau fenomena yang diamati. Dengan menerapkan prinsip-prinsip tersebut, para geograf mampu menjelaskan fenomena yang terjadi dengan cara memahami karakteristik fenomena tersebut serta melihat hubungannya dengan fenomena lainnya.

Batasan Ilmu Geografi 
Sebelum melihat prinsip-prinsip dasar yang digunakan dalam ilmu geografi, maka kita perlu melihat batasan-batasan dalam kajian geografi. Geografi memusatkan perhatian pada gejala-gejala yang terjadi di muka bumi atau sering disebut sebagai gejala geosfer.

Gejala geosfer merupakan segala fenomena yang terjadi di geosfer meliputi lingkungan kulit bumi (litosfer), lingkungan perairan (hidrosfer), lingkungan udara di muka bumi hingga ketinggian tertentu (atmosfer), dan lingkungan kehidupan (biosfer) yang terdapat di semua lapisan geosfer.

Dengan adanya batasan-batasan tersebut, maka geografi memfokuskan kajiannya untuk menjelaskan pola keruangan gejala alam dan gejala sosial sekaligus melihat keanekaragaman corak atau karakter wilayah di muka bumi.

Prinsip-prinsip Ilmu Geografi

Sesuai dengan batasan-batasan yang dijelaskan oleh para geograf, maka dikenal beberapa prinsip dalam ilmu geografi. Prinsip tersebut antaralain prinsip deskripsi, prinsip interelasi, prinsip distribusi, dan prinsip korologi.

Prinsip Distribusi (Persebaran)
Prinsip distribusi atau persebaran merupakan prinsip geografi yang digunakan untuk mengkaji dan menelaah suatu gejala atau fenomena geosfer berdasarkan persebarannya. Dengan kata lain fokus pertamanya adalah melihat bagaimana persebaran fenomena tersebut di ruang tertentu.

Dengan prinsip distribusi, para geograf mencoba untuk memberikan gambaran tentang penyebaran fenomena geosfer dan mengamati faktor yang mempengaruhinya. Prinsip distribusi berkaitan erat dengan konsep dasar geografi yaitu konsep aglomerasi atau penggerombolan.

Pengamatan penyebaran fenomena geosfer bertujuan untuk melihat dan mengungkapkan persoalan-persoalan yang berhubungan langsung dengan fenomena tersebut secara terarah. Dengan demikian, dapat dilihat bagaimana hubungan suatu fenomena dengan fenomena lainnya secara menyeluruh.

Prinsip Interelasi (Keterkaitan)

Prinsip interaksi bisa dikatakan merupakan lanjutan dari prinsip distribusi karena hasil pengamatan yang diperoleh berdasarkan prinsip distribusi akan digunakan untuk melihat bagaimana hubungan keterkaitan suatu fenomena geosfer dengan fenomena lainnya.

Prinsip keterkaitan merupakan prinsip geografi yang digunakan untuk melihat hubungan keterkaitan antar fenomena geosfer sehingga diperoleh gambaran yang cukup rinci tentang fenomena tersebut meliputi pola persebarannya dan interelasinya.

Prinsip ini timbul karena pada hakikatnya setiap fenomena memiliki hubungan yang saling terkait dengan fenomena lainnya. Geografi melihat bahwa ada hubungan timbal balik antara alam dengan alam, antara alam dengan manusia, atau antar sesama manusia.

Dengan mengunakan prinsip interelasi, para geolog dapat mengungkapkan karakteristik suatu gejala atau fenomen geosfer berdasarkan fakta-fakta yang dapat diamati. Fakta-fakta tersebut masih berhubungan dengan pola persebaran dan interelasi. Prinsip keterkaitan sesuai dengan konsep geografi yaitu konsep interaksi dan interdependensi.

Prinsip Deskripsi (Penggambaran)

Prinsip deskripsi atau penggambaran menunjukan bahwa ilmu geografi sebagai ilmu pengetahuan mencoba untuk menjelaskan fenomena-fenomena yang terjadi. Dengan kata lain, dalam mengkaji suatu fenomena para geograf akan mendeskripsikan fenomena tersebut berdasarkan konsep dasar ilmu gegrafi.

Prinsip deskripsi berarti harus ada penjelasan lebih jauh mengenai gejala-gejala yang diamati. Penggambaran terhadap fenomena-fenomena tersebut dapat disajikan dalam bentuk tulisan, diagram, gambar, tabel, peta, video, dan sebagainya.

Prinsip deskripsi ditujukan untuk menarik hubungan sebab akibat dari pola penyebaran dan keterkaitan suatu fenomena dengan fenomena lainnya. Dengan demikian, fenomena geosfer dapat digambarkan secara lebih rinci sehingga diperoleh fakta-fakta yang mendukung hubungan sebab akibat baik secara kualitatif ataupun secara kuantitatif.

Prinsip Korologi (Gabungan)

Prinsip korologi merupakan prinsip ilmu geografi yang merupakan gabungan atau perpaduan dari ketiga prinsip sebelumnya. Melalui prinsip korologi, geograf mencoba untuk menganalisis lebih dalam femonema geosfer yang diamati sehubungan dengan persebaran, interaksi, dan interelasi dari berbagai komponen yang mempengaruhinya.

Peninjauan sebaran, interelasi, dan interaksi suatu fenomena geosfer dalam ruang tertentu ditujukan untuk menemukan suatu karakteristik dari kesatuan fenomena atau gejala tersebut. Prinsip korelasi yang bersifat komprehensif merupakan salah satu ciri geografi modern.

Prinsip korelasi merupakan tindakan lanjutan untuk melihat faktor, sebab, dan akibat dari suatu fenomena dan pengaruhnya terhadap ruang yang bersangkutan secara rinci hingga diperoleh karakteristik. Sebagai langkah awal akan dilihat bagaimana persebarannya kemudian dikaji keterkaitan antara faktor-faktor yang mempengaruhi, dan dampak atau hubungannya dengan ruang yang bersangkutan.
Seluruh konten yang diterbitkan di edukiper.com dilindungi undang-undang hak cipta. Dilarang menerbitkan ulang konten dalam bentuk dan cara apapun.

Related Post:

Advertisements