5 METODE BELAJAR MATEMATIKA AGAR MUDAH DIPAHAMI

Posted by on 2016-09-12 - 11:52 AM

Edukiper.com - Salah satu kendala dalam belajar matematika adalah penggunaan metode belajar yang kurang tepat. Teknik belajar yang diajarkan di sekolah terkadang kurang efektif karena terlalu terpaku dan terbatasi oleh waktu. Cara mengajar yang kurang menarik dan monoton juga menjadi salah satu penyebab susahnya belajar matematika. Oleh karena itu, agar dapat mempelajari matematika dengan mudah, beberapa ahli mencoba menciptakan metode yang efektif dalam belajar matematika. Metode tersebut diatur sedemikian rupa agar murid dapat memahami materi yang sedang dipelajari dengan mudah. Pada kesempatan ini, edukiper akan membahas lima metode belajar matematika yang efektif dan mudah.

#1 Belajar Matematika dengan Metode Gasing

Metode gasing adalah sebuah metode belajar matematika secara gampang, asyik, dan menyenangkan. Metode ini ditujukan agar murid dapat menguasai matematika dengan lebih mudah sehingga dapat mengubah pandangan murid yang menganggap matematika itu sulit.

Metode ini diciptakan oleh Prof. Yohanes Surya. Beliau adalah seorang pakar yang telah membimbing para siswa terbaik Indonesia untuk menjuarai Olimpiade matematika dan sains di tingkat dunia. Dengan metode gasing, anak dapat belajar dan memahami konsep matematika dan siap untuk mengerjakan soal latihan.

Metode gasing dilakukan dengan bertahap. Langkah demi langkah disusun sedemikian rupa agar penguasaan materi dibangun dari materi sebelumnya. Dengan cara itu, murid dapat melihat korelasi antara konsep satu dengan konsep lainnya dan tidak melupakan konsep yang telah dipelajari sebelumnya.

Dalam metode gasing, murid akan bermain dan bereksplorasi dengan alat peraga sehingga dapat benar-benar membayangkan konsep yang dipelajari. Dengan begitu, murid dapat memahami hal-hal abstrak melalui hal konkret sehingga lebih mudah paham. Ciri khas lain dari metode ini adalah perhitungan di luar kepala (mencongak) dengan cepat. 

Ketika belajar matematika menggunakan metode gasing, murid akan melewati titik kritis yang akan berguna untuk meningkatkan pemahaman mereka tentang materi terebut. Setelah melewati titik tersebut, murid tidak akan mengalami kendala dalam mengerjakan soal-sola latihan.

Baca juga : Cara Mengatasi Anak yang Malas Belajar.

#2 Belajar Matematika dengan metode Kumon

Metode kumon adalah metode belajar matematika yang dikembangkan pertama kali oleh seorang guru matematika asal Jepang bernama Toru Kumon. Dalam metode ini, level awal untuk setiap anak ditentukan berdasarkan materi yang dapat ia kerjakan dengan mudah tanpa kesalahan.

Metode kumon merupakan metode belajar perseorangan sesuai dengan kemampuan murid. Metode belajar ini membantu anak untuk menggali potensi dan mengembangkan kemampuannya secara maksimal. Setiap murid akan diberi lembar kerja yang harus dikerjakan setiap hari di rumah untuk melatih pemahaman mereka.

Soal-soal yang diberikan dalam lembar kerja dirancang secara sistematis dan disesuaikan dengan level anak. Hal ini ditujukan agar anak dapat memahami sendiri bagaimana cara menyelesaikan soal-soal tersebut. Selain itu, lembar kerja juga disusun secara cermat dengan perbedaan antar topik bahasan yang tidak terlalu besar sehingga memungkinkan anak mengerjakan level yang lebih tinggi tanpa kesulitan yang berarti.

#3 Belajar Matematika dengan Metode Sempoa

Sempoa adalah alat untuk berhitung yang terbuat dari rangka kayu dengan sederetan poros berisi manik-manik yang dapat digeser. Sempoa digunakan untuk melakukan operasi aritmetika seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian dan akar kuadrat.

Metode sempoa atau aritmatika mental adalah metode belajar matematika menggunakan alat hitung kuno yang disebut sempoa. Metode ini menggunakan sempoa yang telah diperbaharui sesuai dengan kaidah-kaidah aritmatika sehingga mudah dicerna dan ditransformasikan ke dalam mental seseorang.

Metode sempoa sangat bagus untuk mengembangkan mental murid melalui aritmatika mental. Pada awalnya, anak-anak akan menggunakan alat bantu sempoa sampai ia benar-benar menguasi konsep aritmatika mental dan dapat menghitung tanpa alat bantu apapun.

Metode sempoa memberikan banyak manfaat bagi anak, antaralain : merangsang potensi otak anak sehingga dapat berkembang dan mencapai fungsi yang maksimal, melatih daya imajinasi dan kreativitas, melatih daya logika dan sistematika berpikir,  melatih daya konsentrasi dan daya ingat, serta meningkatkan ketelitian dalam berpikir.

Baca juga : Cara Belajar Efektif untuk Menghadapi Ujian.

#4 Belajar Matematika dengan Metode Jarimatika

Jarimatika merupakan singkatan dari jari dan aritmatika. Sesuai dengan namanya, metode jarimatika adalah metode berhitung dengan menggunakan jari tangan. Dengan rumus atau pola tertentu, anak dapat menyelesaikan soal perhitungan dalam waktu relatif lebih singkat.

Metode jarimatika mulai dikembangkan oleh Septi Peni Wulandari pada tahun 2000 dan dipublikasikan pertama kali pada tahun 2003 dalam buku "Jarimatika, Penambahan dan Pengurangan". Selain Septi, metode ini juga dikembangkan oleh beberapa orang dengan teknik yang berbeda atau pengembangan dari metode yang sudah ada.

Metode jarimatika sangat efektif untuk membantu ana usia dini dalam belajar berhitung. Dengan memanfaatkan jari-jari tangan, berbagai soal perhitungan dapat diselesaikan tanpa alat bantu hitung yang umum seperti kalkulator atau alat kirahan.

Dengan metode jarimatika, belajar matematika menjadi menyenangkan karena anak akan menggerakkan jari tangan sesuai pola tertentu untuk menemukan hasil perhitungan. Ketika dilakukan secara bersama-sama, anak-anak bisa saling berlomba untuk memperoleh hasil lebih cepat.

Metode jarimatika diawali dengan pengenalan konsep bilangan, lambang bilangan, operasi hitung, dan penerapannya dalam jari-jari tangan. Setelah memahami pola bilangan pada jari tangan, anak-anak kemudian diajarkan cara berhitung ala jarimatika. Metode ini sudah banyak dikembangkan di berbagai instansi bahkan telah diterapkan di taman kana-kanak.

#5 Belajar Matematika dengan Metode Mathmagic

Metode mathmagic adalah metode belajar matematika yang mengutamakan pemahaman terhadap konsep dasar matematika. Metode ini memanfaatkan berbagai permainan yang dikemas secara menarik untuk membantu murid dalam memahami dan menguasai konsep dasar.

Permainan-permainan yang digunakan dalam metode mathmagic akan memberikan pengalaman menyenangkan bagi para murid sekaligus memicu rasa ingin tahu untuk menyelesaikan permainan tersebut. Dengan demikian, prose belajar akan lebih aktif dan menyenangkan.

Metode mathmagic pertama kali dirancang dan dikembangkan oleh Ariesandi Setyono yang berusaha menemukan suatu metode agar belajar matematika menjadi lebih mudah dan menyenangkan melalui permainan-permainan yang meninggalkan kesan mendalam sehingga anak lebih mudah memahami pelajaran.

Menurut Setyono, Mathmagic adalah suatu pendekatan dan cara pandang baru terhadap matematika, terutama dalam cara menyampaikan materi. Materi disajikan dengan cara yang gembira, konkret dan memperhatikan aspek-aspek psikologis, cara kerja otak, gaya belajar, dan kepribadian anak didik.

Selain membuat kegiatan belajar menjadi lebih menyenangkan, metode mathmagic juga membantu meningkatakan kepercayaan diri anak sehingga anak berani muntuk mencoba mengerjakan soal dan menyelesaikannya sesuai dengan kemampuan dan pemahamannya.

Baca juga : Cara Menguasai Matematika dengan Teknik SQ3R.
Seluruh konten yang diterbitkan di edukiper.com dilindungi undang-undang hak cipta. Dilarang menerbitkan ulang konten dalam bentuk dan cara apapun.

Related Post:

Advertisements