CARA MEMBEDAKAN KEBUTUHAN DAN KEINGINAN

Posted by on 2016-09-12 - 10:19 AM

Edukiper.com - Kebutuhan dan keinginan adalah dua hal yang sangat berbeda, namun seringkali disalahartikan. Banyak orang yang tidak bisa membedakan kebutuhan dengan keinginan, bahkan menganggap keinginan sebagai suatu kebutuhan yang harus dipenuhi. Padahal, keinginan tidak selalu harus dipenuhi dan harus memperhatikan banyak hal sebelum memnuhinya. Dilihat dari segi prioritas, kebutuhan haruslah diutamakan daripada keinginan. Masalahnya, kebanyakan orang tidak bisa membedakan mana kebutuhan dan mana keinginan. Masalah ini merupakan kendala umum yang dialami oleh banyak orang dalam mengolah keuangan. Seringkali, penghasilan yang mereka terima tidak bisa mencukupi kebutuhan hidup selama sebulan padahal uang itu seharusnya bisa menutupi seluruh kebutuhannya. Pada kesempatan ini, edukiper akan memaparkan beberapa cara untuk membedakan kebutuhan dan keinginan.

Pengertian dan Ciri-ciri Kebutuhan

Kebutuhan (needs) adalah segala sesuatu yang kita butuhkan dan harus dipenuhi agar dapat bertahan hidup. Kebutuhan merupakan salah satu aspek psikologis yang menggerakkan mahluk hidup dalam aktivitasnya dan menjadi dasar atau alasan bagi setiap individu untuk berusaha.

Kebutuhan merupakan segala sesuatu yang secara esensial diperlukan, misalnya: makan untuk memenuhi nutrisi tubuh, pakaian untuk melindungi tubuh, tempat tinggal untuk istirahat dan berlindung, transportasi untuk bekerja, pendidikan untuk masa depan anak dan sebagainya.

Dalam ilmu ekonomi, berdasarkan intensitasnya kebutuhan dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu:
1. Kebutuhan primer
2. Kebutuhan sekunder
3. Kebutuhan tersier

Kebutuhan primer adalah kebutuhan pokok yang harus dipenuhi karena akan mempengaruhi kelangsungan hidup misalnya makanan, minuman, pakaian, dan tempat tinggal. Manusia tidak dapat bertahan hidup jika kebutuhan pokoknya tidak terpenuhi.

Kebutuhan sekunder adalah kebutuhan yang timbul dan dipenuhi setelah kebutuhan primer tercukupi. Kebutuhan sekunder adalah segala sesuatu yang dibutuhkan manusia untuk melengkapi kehidupan atau menunjang aktivitas sehari-hari.

Kebutuhan sekunder dapat ditunda jika kebutuhan primer belum terpenuhi. Meski tidak mengganggu kelangsungan hidup, kebutuhan sekunder yang tidak terpenuhi dapat mengganggu aktivitas tertentu atau menurunkan kinerja seseorang.

Kebutuhan tersier adalah kebutuhan tambahan yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas hidup dan cenderung melambangkan kemewahan dan status sosial seseorang. Ketika seseorang memaksakan untuk memenuhi kebutuhan tersiernya, maka kebutuhan tersebut sudah menjadi keinginan bukan kebutuhan.

Berdasarkan beberapa pengertian di atas, berikut ciri-ciri kebutuhan:
1. Harus dipenuhi untuk kelangsungan hidup
2. Tidak dapat ditunda atau ditiadakan
3. Manusia tidak berdaya tanpanya
4. Dapat menimbulkan kematian jika tidak dipenuhi
5. Merupakan alasan utama manusia bekerja

Baca juga : Jenis-jenis Kebutuhan dan Faktor yang Mempengaruhinya.  

Pengertian dan Ciri-ciri Keinginan

Keinginan (wants) adalah segala sesuatu yang diinginkan dan tidak harus dipenuhi jika tidak bisa. Keinginan merupakan fungsi tambahan yang jika tidak terpenuhi tidak akan mengganggu kelangsugan hidup. Keinginan juga merupakan perwujudan mengenai gaya hidup dan status sosial seseorang.

Segala sesuatu yang tidak terlalu perlu tapi akan menjadi sesuatu yang baik untuk dimiliki disebut sebagai keinginan. Keinginan juga berkaitan dengan cara pemenuhan kebutuhan misalnya makanan yang mewah, rumah bertingkat, mobil mewah, dan sebagainya.

Jika kita lihat, makanan, rumah, dan kendaraan termasuk kebutuhan yang harus dipenuhi. Tapi, makanan mewah, rumah bertingkat, dan mobil mewah bukanlah sebuah kebutuhan melainkan keinginan, sebab dengan makanan dan rumah sederhana pun anda masih bisa bertahan hidup.

Kebanyakan orang keliru dalam memahami keinginan dan menganggapinya sebagai kebutuhan. Sebagai contoh, beberapa orang menganggap musik sebagai kebutuhan karena mereka berfikir mereka tidak bisa hidup tanpa musik. Tapi pada kenyataannya, manusia tidak butuh musik untuk bertahan hidup melainkan butuh makanan.

Berdasarkan pemaparan tersebut, berikut beberapa ciri-ciri keinginan:
1. Keinginan bersifat tidak terbatas
2. Dapat ditunda atau tidak dipenuhi
3. Tidak mengancam kelangsungan hidup manusia
4. Keinginan bersifat komplemen dan dipengaruhi gengsi
5. Merupakan perwujudan kebutuhan tersier

Baca juga : Nilai Guna Barang dan Jasa Sebagai Pemuas Kebutuhan.

Pentingnya Membedakan Kebutuhan dan Keinginan

Membedakan kebutuhan dan keinginan merupakan hal penting yang harus diperhatikan terutama dalam mengolah keuangan. Kita harus benar-benar memahami apa yang kita butuhkan dan apa yang kita inginkan agar dapat menggunakan uang secara bijak.

Mengenali kebutuhan dan keinginan secara baik akan sangat berguna bagi anda untuk mengatur keuangan dan meminimalisir masalah keuangan yang mungkin muncul akibat keinginan yang terlalu berlebihan. Untuk membedakan kebutuhan dan keinginan, berikut beberapa cara yang dapat anda lakukan.

#1 Perhatikan Prioritasnya
Sebelum memutuskan untuk membeli sesuatu, tanyakanlah pada diri anda sendiri apakah anda benar-benar membutuhkan barang tersebut atau tidak. Jika barang itu harus dipenuhi maka barang itu adalah kebutuhan. Tetapi jika barang itu masih bisa ditunda dan tidak harus dipenuhi maka barang itu adalah keinginan.

Barang yang harus dipenuhi adalah barang yang jika anda tidak memilikinya maka kelangsungan hidup anda akan terancam misalnya makanan, minuman, air, dan sebagainya. Sedangkan barang yang bisa ditunda adalah barang yang jika tidak terpenuhi tidak akan mengancam kelangsungan hidup anda misalnya baju mewah, sepatu mahal, tas bermerek, dan sebagainya.

#2 Perhatikan Situasi dan Tujuan
Kebutuhan dan keinginan biasanya dapat dibedakan dari situasi yang melatarbelakanginya. Untuk menentukan apakah benda yang ingin anda beli adalah kebutuhan atau keinginan maka tinjaulah tujuan utama anda dalam membeli produk tersebut.

Misalnya anda memiliki pekerjaan yang melibatkan smartphone untuk mengambil foto dan membuat video, maka smartphone dengan RAM yang mumpuni dan fitur kamera yang canggih merupakan kebutuhan anda.

Akan tetapi, jika pekerjaan anda tidak berhubungan dengan pengambilan gambar atau pembuatan video, maka smartphone dengan RAM yang mumpuni dan fitur kamera yang canggih merupakan keinginan dan bukan kebutuhan sebab anda tetap bisa bekerja walaupun dengan smartphone yang fiturnya lebih rendah.

#3 Keterlibatan Gengsi
Ketika akan membeli suatu produk, seringkali orang mengutamakan harga atau fitur untuk meningkatkan gengsi. Mereka sengaja membeli produk yang mahal agar terlihat lebih berkelas. Tentu saja itu tidak masalah jika keuangan anda mendukung. Tapi, tentu akan jadi masalah jika keuangan anda tidak mendukung.

Jika produk yang akan anda beli adalah produk yang benar-benar anda butuhkan dan bukan semata-mata untuk menunjukan gengsi anda, maka produk tersebut adalah kebutuhan. Sebaliknya, jika produk tersebut tidak benar-benar dibutuhkan atau semata-mata untuk menunjukkan gengsi, maka produk itu adalah keinginan.

#4 Perhatikan Budget
Sebenarnya, kebutuhan dan keinginan merupakan sesuatu yang relatif. Hal ini dipengaruhi oleh ketersediaan dana atau budget untuk memenuhinya. Oleh karena itu, sebelum memutuskan untuk membeli sesuatu, tanyakanlah pada diri anda apakah ada bugdget untuk produk itu? atau adakah kebutuhan lain yang lebih diprioritaskan?

Misalnya anda memerlukan kendaraan untuk bekerja sehari-hari dan berencana akan membeli mobil. Jika anda memang mempunyai uang untuk membeli mobil tersebut dan semua kebutuhan sudah terpenuhi, maka itu disebut kebutuhan yaitu kebutuhan sekunder atau tesier.

Sebaliknya, jika budget atau dana untuk membeli mobil masih kurang atau masih ada beberapa kebutuhan lain yang harus dipenuhi, maka mobil tersebut adalah keinginan. Dalam hal ini, yang menjadi kebutuhan anda adalah alat transportasi dan alat itu tidak harus mobil, bisa saja sepeda motor sesuai dengan budget anda.

Baca juga : 5 Manfaat Memiliki Dana Cadangan Darurat.
Seluruh konten yang diterbitkan di edukiper.com dilindungi undang-undang hak cipta. Dilarang menerbitkan ulang konten dalam bentuk dan cara apapun.

Related Post:

Advertisements