KENDALA DALAM MENGATASI MASALAH BELAJAR ANAK

Posted by on 2016-09-08 - 12:14 PM

Edukiper.com - Bagi orangtua, prestasi belajar anak tentu menjadi perhatian khusus karena hal itu menyangkut masa depan anak. Berbagai cara dilakukan oleh orangtua untuk mengatasi masalah belajar yang dihadapi anak termasuk mengatasi anak yang malas belajar. Akan tetapi, tidak semua orangtua memiliki kemampuan untuk mengatasi masalah tersebut. Kebanyakan orangtua bahkan tidak bisa melihat apa masalah yang sebenarnya dihadapi sang anak dan justru menghakimi anak atas prestasinya yang rendah. Kondisi seperti itu tentu akan berdampak buruk untuk perkembangan anak terlebih jika anak terus-terusan malas dalam belajar. Lalu, apa saja kendala dalam mengatasi masalah belajar anak? Pada kesempatan ini, Edukiper akan memaparkan beberapa kendala dasar yang umum dialami oleh orangtua dalam menyelesaikan masalah belajar anak.

Beberapa Masalah Saat Belajar

Sebagai orangtua, anda memiliki tanggung jawab untuk mengawasi pendidikan anak anda. Jika anak anda mengalami masalah atau kesulitan dalam belajar, maka sudah tugas andalah untuk membantunya mengatasi masalah tersebut. 

Masalah atau kesulitan yang dihadapi oleh seorang anak dalam belajar akan sangat mempengaruhi prestasi anak di sekolah. Beberapa masalah menyebabkan anak menjadi malas belajar dan masalah lain menyebabkan anak mengalami kesulitan memahai pelajaran.

Oleh karena itu, penting bagi anda sebagai orangtua untuk mengenali masalah atau kesulitan apa yang sebenaranya dihadapi oleh anak anda. Janganlah sesekali menghakimi anak anda tanpa mau tahu apa penyebabnya. Berikut beberapa masalah atau kesulitan yang umum dihadapi anak saat belajar

#1 Tidak Bisa Mengikuti Pelajaran
Masalah atau kesulitan yang paling umum saat belajar adalah anak tidak bisa mengikuti pelajaran yang disampaikan oleh guru. Hal ini terkait dengan daya tangkap anak yang rendah atau cara mengajar guru yang kurang efektif misalnya terlalu cepat atau karena terlalu fokus pada buku bacaan dan tidak pernah memberi contoh.

#2 Tidak Menyukai Pelajaran Tertentu
Permasalahan berikutnya yang paling umum adalah sang anak tidak menyukai mata pelajarn tertentu misalnya matematika, fisika, atau kimia. Jika anak dari awal tidak menyukai pelajaran tersebut, maka akan sangat sulit untuk memahaminya karena tidak ada niat yang kuat.

#3 Takut atau Benci Pada Guru Tertentu
Di setiap sekolah pasti ada seorang guru yang sangat ditakuti oleh murid-murid. Guru seperti itu biasa disebut guru killer. Jika anak takut pada gurunya, tentu anak akan mengalami tekanan saat belajar sehingga menjadi sulit untuk berkonsentrasi. Apalagi kalau anak membenci guru, tentu ilmu yang disampaikan tidak akan diserap dengan baik.

#4 Cara Mengajar Guru Tidak Menarik
Salah satu penyebab yang membuat anak tidak menyukai mata pelajaran tertentu adalah cara mengajar guru yang tidak menarik. Cara mengajar yang monoton dan tidak jelas membuat anak sulit menangkap ilmu yang disampaikan sehinga beranggapan pelajaran itu sulit dan menjadi tidak menyukainya.

#5 Anak Sulit Berkonsentrasi
Untuk menyerap ilmu yang disampaikan oleh guru, dibutuhkan konsentrasi dan keseriusan dalam menyimak. Konsentrasi anak bisa terganggu karena beberapa faktor baik karena faktor lingkungan atau faktor kesehatan. Jika konsentrasi anak menurun maka anak akan mengalami kesulitan dalam memahami pelajaran.

#6 Tugas Sekolah Terlalu Banyak
Ada saat ketika anak merasa jenuh dengan pelajaran khusunya saat ia memiliki banyak tugas sekolah yang harus segera diselesaikan. Beban fikiran dari masing-masing tugas membuat anak jenuh atau stress sehingga tidak dapat belajar dengan baik.

#7 Ada Masalah Internal Keluarga
Masalah internal keluarga dapat berdampak bagi kemampuan anak dalam belajar. Beberapa masalah di dalam keluarga dapat mengganggu kegiatan belajar seperti pertengkaran orangtua, adik yang menangis, kondisi ruang belajar yang tidak kondusif, dan sebagainya.

#8 Tidak Ada Panutan Untuk Bertanya
Dalam kegiatan belajar, adakalanya anak membutuhkan panutan atau orang yang dapat ia contoh. Ketika anak tidak menemukan contoh atau orang yang dapat membantunya dalam belajar, maka kegiatan belajar anak akan mengalami masalah misalnya tidak bisa mengerjakan tugas sekolah dan sebagainya.

#9 Memiliki Banyak Fasilitas
Ketika anak mendapat banyak fasilitas dari orangtua misalnya gadget berupa handphone, labtop, dan sebagainya, maka anak akan mencari kesimbukan dengan gadget tersebut sehingga lupa dengan pelajaran. Terlebih, gadget menyediakan banyak hiburan yang lebih menyenagkan daripada belajar.

#10 Lingkungan Belajar tidak Kondusif
Ketika anak belajar di lingkunagn yang tidak kondusif, maka konsentrasi anak akan terganggua sehingga mengalami kesulitan dalam menyerap pelajaran. Suasana kelas yang ribut atau ruang belajar yang berantakan tentu akan mengganggu kegiatan belajar anak.

#11 Kurang Motivasi
Bagaimanapun seorang anak terkadang harus dipancing agar mau belajar. Untuk itu, mereka membutuhkan motivasi atau dorongan yangg membangkitkan semangat belajar mereka. Jika anak tidak memiliki motivasi belajar, maka ia akan belajar seadanya karena kewajiban bukan karena kemauan.

#12 Terlalu Banyak Kegiatan
Jika anak mengikuti terlalu banyak kegiatan di luar sekolah atau memiliki banyak tugas rumah yang harus dikerjakan setelah pulan sekolah, lalu kapan lagi anak akan belajar? Kegiatan yang terlalu banyak tentu akan membuat anak lelah sehingga malas belajar.

Baca juga : Cara Mengatasi Anak yang Malas Belajar.

Kesulitan Dalam Mangatasi Masalah Belajar Anak

Masalah-masalah yang telah dijabarkan di atas, sebaiknya segera ditangani agar prestasi anak tidak menurun. Akan tetapi, tidak semua orangtua memiliki kemampuan untuk mengatasi masalah tersebut karena berbagai kendala yang mereka hadapi. Berikut beberapa kendala yang dihadapi orangtua dalam mengatasi masalah belajar anak.

#1 Tidak Ada Kerjasama dengan Pihak Sekolah
Agar orangtua dapat memantau prestasi belajar sang anak, diperlukan kerja sama yang baik dengan pihak sekolah. Akan tetapi, beberapa sekolah terkadang tidak terlalu memnetingkan hubungan antara orangtua dengan wali murid atau sekolah sehingga orangtua tidak tahu persis bagaimana perkembangan anak di sekolah.

#2 Minimnya Komunikasi dengan Anak
Banyak orangtua yang terlalu sibuk dengan usaha dan pekerjaannya sehingga tidak memiliki banyak waktu untuk berkomunikasi dengan anak. Padahal, komunikasi dengan anak sangat perlu agar orangtua melihat perkembangan di sekolah berdasarkan cerita anak.

#3 Tidak Pintar Memotivasi 
Kebanyakn orangtua tidak bergitu pintar memberikan motivasi atau dorongan kepada anak agar rajin belajar. Kebanyakan dari mereka hanya memberi nasihat seadanya bahkan disertai dengna sebuah paksaan sehingga anak tidak tergugah.

#4 Terlalu Emosional atau Tempramen
Kebanyakan orangtua langsung menghakimi anak yang malas belajar dan tidak mau tahu penyebab anak tersebut malas. Bagi mereka, jika prestasi anak turun atau nilainya anjlok, maka itu adalah murni kesalahan merkea. Padahal, tugas orangtulah untuk mencari tahu apa penyebabnya dan mencari solusi untuk itu.

#5 Gaya Hidup yang Bertolak belakang
Banyak orangtua yang menasihati anaknya untuk belajar keras dan pantang menyerah namun dalam kehidupan sehari-hari gaya hidup mereka menunjukkan hal yang bertolak belakang dengan nasihat mereka. Misalnya, sang anak ingin membeli buku pelajaran tapi orangtua mengeluhkan harganya yang mahal padahal sang ibu sanggup membeli tas dengan harga yang jauh lebih mahal.

#6 Anak Terlalu Pendiam
Untuk mengetahui masalah apa yang sebenarnya dihadapi sang anak sehingga prestasinya menurun tentu orangtua juga harus berbicara dengan anak. Akan tetapi, jika anak terlalu pendiam atau introvert tentu akan menyulitkan orangtua dalam menggali informasi. Alhasil, orangtua tidak tahu masalah yang dihadapi anak.

#7 Orangtua Cenderung Pemalas
Meskipun menuntut sang anak untuk rajin belajar, banyak orangtua yang cenderung pemalas dan tidak perduli dengan perkembangan anaknya di sekolah. Jika ada masalah, beberapa orangtua terkesan malas mencari tahu penyebab dan solusinya. Mereka menuntut sang anak untuk menyelesaikan semuanya sendiri.

#8 Kondisi Ekonomi yang Tidak Mendukung
Sebenarnya banyak orangtua yang ingin mendukung kegiatan belajar sang anak dengan membelikan perlengkapan yang dibutuhkan seperti buku pelajaran tambahan, memberi les tambahan untuk mata pelajaran yang sulit dikuasai, dan sebagainya. Akan tetapi, kondisi ekonomi yang tidak mendukung seringkali menjadi kendala dalam meujudkan hal tersebut.

Baca juga : Faktor yang Mempengaruhi Pembentukan Kepribadian Anak.

Seluruh konten yang diterbitkan di edukiper.com dilindungi undang-undang hak cipta. Dilarang menerbitkan ulang konten dalam bentuk dan cara apapun.

Related Post:

Advertisements