PEMBELAJARAN AKTIF VERSUS PEMBELAJARAN KONVENSIONAL

Posted by on 2016-09-27 - 3:18 PM

Edukiper.com - Pembelajaran aktif (active learning) adalah model pembelajaran yang menggunakan strategi tertentu agar kegiatan belajar mengajar berlangsung secara aktif dengan melibatkan siswa dalam proses belajar. Pada pembelajaran aktif, yang menjadi pusat kegiatan adalah murid sedangkan guru hanya betindak sebagai pembimbing. Pembelajaran konvensional (conventional learning) merupakan kebalikan dari pembelajaran aktif. Pembelajaran konvensional adalah model pembelajaran yang kurang aktif karena murid tidak terlibat secara aktif dalam kegiatan belajar. Pada pembelajaran konvensional, yang menjadi pusat kegiatan adalah guru sedangkan murid hanya menjadi pendengar. Jika dibandingkan, pembelajaran aktif jauh lebih efektif dibanding pembelajaran konvensional karena dalam pembelajaran aktif dapat digunakan berbagai metode yang melibatkan murid secara langsung sehingga proses belajar menjadi lebih interaktif dan tidak hanya  terpaku pada penjelasan guru. Pada keempatan ini, edukiper akan memaparkan perbandingan antara active learning dengan conventional learning.

Pembelajaran Aktif (Active Learning)

Pembelajaran aktif disebut juga dengan pembelajaran kontekstual. Dalam pembelajaran kontekstual, murid terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran dan menjadi pusat dari kegiatan belajar. Murid bertanggungjawab dalam mengembangkan proses belajar dan memberikan kontribusi dalam proses tersebut.

Karena murid menjadi pusat pembelajaran, maka pembelajaran kontekstual berbasis pada murid (student centered). Artinya, muridlah yang menjadi inti dari proses belajar mengajar di kelas sedangkan guru hanya bertindak sebagai fasilitator dan pembimbing.

Dalam pembelajaran aktif, murid belajar tidak hanya dari guru tetapi juga dari teman atau sumber lain melalui berbagai metode atau strategi belajar seperti kerja kelompok, diskusi, tanya jawab, dan sebagainya. Dalam kegiatan belajar, para murid dapat saling berbagi pengetahuan dan saling mengoreksi.

Dari segi pengajaran, pembelajaran kontekstual mengaitkan pelajaran dengan kehidupan nyata atau aplikasinya melalui simulasi atau analogi. Dengan demikian, murid dapat lebih mudah memahami pelajaran karena pemahaman dikembangkan berdasarkan apa yang sudah dipahami atau yang sudah ada dalam diri murid.

Baca juga : 8 Tipe Kecerdasan Majemuk yang Perlu Anda Ketahui.

Pembelajaran Konvensional (Conventional Learning)

active learning versus conventional learning

Pembelajaran konvensional disebut juga dengan pembelajaran tradisional. Dalam pembelajaran konvensional, murid cenderung pasif dalam proses pembelajaran. Murid hanya bertindak sebagai penerima informasi secara pasif dan tidak memberikan kontribusi dalam proses belajar mengajar.

Dalam pembelajaran konvensional, yang menjadi pusat kegiatan adalah guru sehingga model pembelajaran ini berbasis pada guru (teacher centered). Artinya, gurulah yang menjadi inti dari proses belajar mengajar di kelas sedangkan murid hanya menjadi pendengar atau penerima informasi.

Dalam pembelajaran konvensional, murid cenderung belajar secara individual. Sangat jarang terjadi interaksi antara murid dengan guru atau antar sesama murid sehingga jarang terjadi pertukaran informasi. Dalam pembelajaran konvensional biasanya murid sangat jarang berdiskusi sehingga kurang berkembang.

Dari segi pengajaran, pembelajaran konvensional cenderung sangat abstrak dan teoritis. Pelajaran disampaikan secara struktrual dengan bahasa yang relatif sulit dipahami atau berdasarkan bahasa buku sehingga pemahaman murid seringkali berasal dari luar murid yang harus diajarkan, diterangkan, atau dihafal.

Baca juga : Cara Memilih Mainan Edukatif Sesuai Tipe Anak.

Perbandingan Pembelajaran Kontekstual dan Konvensional

Pembelajaran aktif dan pembelajaran konvensional merupakan dua model pembelajaran yang sangat berbeda. Meskipun pada situasi tertentu menggunakan metode yang sama, tetapi model pembelajaran aktif jauh lebih baik dari pembelajaran konvensional. Berikut beberapa perbandingan pembelajaran aktif dan pembelajaran konvensional.

Active LearningConventional Leraning
Berpusat pada murid (student centered)Berpusat pada guru (teacher centered)
Melibatkan murid secara aktif dalam proses pembelajaranMurid menerima informasi secara pasif dan guru lebih aktif
Guru bertindak sebagai fasilitatorGuru bertindak sebagai pengajar
Menggunakan berbagai metode atau strategi agar murid terlibat secara aktifMenggunakan metode ceramah satu arah yang cenderung monoton
Murid belajar dari teman melalui kerja kelompok dan diskusiMurid belajar secara individual
Pembelajaran dikaitkan dengan kehidupan nyata dengan menggunakan simulasi atau analogiPembelajaran sangat teoritis dan cenderung abstrak
Kegiatan belajar dilakukan atas dasar kesadaran diriKegiatan belajar dilakukan atas dasar kebiasaan
Menggunakan berbagai sumber informasi dan guru bukan satu-satunya sumber informasiGuru cenderung menjadi satu-satunya sumber informasi dalam kegiatan belajar
Cenderung lebih disukai murid karena kegiatan belajar menjadi lebih menyenangkanBiasanya kurang disukai murid karena terkesan monoton dan membosankan
Pengembangan keterampilan berdasarkan pemahamanPengembangan keterampilan berdasarkan latihan
Hadiah dari perilaku baik adalah kepuasan diriHadiah dari perilaku baik adalah pujian atau angka rapor
Pengajaran menggunakan pendekatan komunikatif dengan menggunakan bahasa dalam konteks nyataPengajaran menggunakan pendekatan struktural dengan pengajaran rumus kemudian latihan
Pemahaman dikembangkan atas dasar yang sudah ada dalam diri muridPemahaman berasal dari luar murid yang diterima, diterangkan, atau dihafal
Melatih murid untuk berfikir kritis serta menuangkan gagasan tentang suatu persoalanMurid cenderung pasif menerima rumusan atau pemahaman tanpa kontribusi dalam proses pembelajaran
Hasil belajar diukur dengan berbagai cara seperti proses, hasil karya, perilaku, penampilan, rekaman, tes, dan sebagainyaHasil belajar hanya diukur dengan hasil test
Proses belajar berlangsung di berbagai tempat, konteks, dan settingProses belajar hanya berlangsung di dalam kelas

Baca juga : 5 Metode Mengajar yang Efektif di Sekolah.
Seluruh konten yang diterbitkan di edukiper.com dilindungi undang-undang hak cipta. Dilarang menerbitkan ulang konten dalam bentuk dan cara apapun.

Related Post:

Advertisements