FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPADATAN POPULASI

Posted by on 2017-03-06 - 10:36 AM

Edukiper.com - Apa yang dimaksud dengan populasi? Bagaimana cara menentukan kepadatan populasi di suatu tempat? Dapatkah anda menyebutkan faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi kepadatan populasi di suatu ekosistem? Populasi merupakan salah satu satuan makhluk hidup yang digunakan di dalam pembahasan ekosistem. Dalam pembahasan populasi, ada beberapa aspek yang diperhatikan yaitu mengenai karakteristik suatu populasi, kepadatan populasi (density), dan faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi kepadatan populasi. Pada kesempatan ini, Edukiper akan membahas pengertian populasi, kepadatan populasi, dan faktor-faktor yang mempengaruhi naik-turunnya kepadatan populasi.

A. Pengertian Populasi

Populasi berasal dari kata populus yang artinya penduduk. Dalam studi biologi, populasi diartikan sebagai kumpulan dari beberapa individu yang sejenis. Jadi, populasi adalah sekumpulan individu sejenis yang mendiami suatu tempat pada kurun waktu tertentu.

Populasi merupakan kumpulan sejenis yang cakupannya lebih sempit dibanding komunitas. Kumpulan dari beberapa populasi yang melakukan suatu interkasi disebut sebagai komunitas. Jadi, populasi merupakan komponen penyusun suatu komunitas.

Jika berbicara mengenai populasi, maka kita harus menggarisbawahi pengertian dari kata sejenis. Suatu kumpulan individu hanya disebut sebagai populasi jika individu yang berada di kumpulan tersebut adalah individu yang sejenis, misalnya kumpulan sapi, kumpulan kerbau, dan sebagainya.

Karena terdiri dari individu-individu sejenis, maka salah satu ciri khas dari populasi adalah adanya persamaan fisiologi dan persamaan anatomi pada individu-individu yang ada di populasi tersebut. Individu dalam suatu populasi dapat melangsungkan perkembangbiakan dan menghasilkan keturunan yang fertil.

Dari pembahasan di atas makan jelas terlihat perbedaan antara populasi dan komunitas. Populasi terdiri dari individu sejenis sedangkan komunitas terdiri dari individu atau populasi yang tidak sejenis. Sebagai contoh, pada komunitas sawah terdapat populasi padi, populasi belalang, populasi tikus, populasi ular, dan sebagainya.

Secara garis besar, pertumbuhan populasi dipengaruhi dua faktor utama, yaitu:
1. Faktor internal
2. Faktor eksternal

Faktor internal adalah faktor dari dalam populasi yang mempengaruhi pertumbuhan populasi. Faktor internal bergantung pada jumlah individu di dalam populasi. Faktor eksternal adalah faktor luar yang tidak bergantung pada jumlah individu misalnya faktor cuaca, iklim, kerusakan geologis, dan sebagainya.

Baca juga : Komponen Penyusun Eksositem.

B. Cara Menentukan Tingkat Kepadatan Populasi 

Faktor-faktor yang mempengaruhi kepadatan populasi

Kepadatan populasi adalah besaran yang digunakan untuk menyatakan banyaknya jumlah individu persatuan luas atau volume di suatu tempat. Sesuai dengan defenisi tersebut, maka kepadatan populasi dapat dinyatakan dalam satuan luas atau satuan volume.
D = N
S

Keterangan :
D = densitiy atau kepadatan populasi
N = jumlah individu dalam satu populasi
S = besar tempat yang ditempati populasi

Dalam menentukan kepadatan populasi, kita harus ingat bahwa populasi adalah kumpulan individu yang sejenis, jadi jumlah individu dalam suatu populasi harus jumlah individu yang sejenis. Jika terdapat beberpaa jenis individu, maka kelompokkan individu sesuai jenis populasinya.

Contoh Soal :
Di halaman belakang sebuah rumah terdapat tanah seluas 2 meter persegi yang ditempati oleh beberapa organisme sebagai berikut : 4 ekor cacing, 20 ekor semut, dan 100 batang rumput. Tentukanlah kepadatan populasi di tempat itu.

Pembahasan :
Pada soal di atas terdapat tiga jenis individu, yaitu cacing, semut, dan rumput. Itu artinya, di tempat tersebut terdapat tiga populasi, yaitu populasi cacing, populasi semut, dan populasi rumput. Oleh karena itu, kepadatan populasinya harus dihitung berdasarkan jenis popuasinya bukan keseluruhan.

Kepadatan populasi cacing :
⇒ D = 4 ekor / 2 m2
⇒ D = 2 ekor/m2

Kepadatan populasi semut :
⇒ D = 20 ekor / 2 m2
⇒ D = 10 ekor/m2

Kepadatan populasi rumput :
⇒ D = 100 batang / 2 m2
⇒ D = 50 batang/m2

Baca juga : Satuan Makhluk Hidup dalam Ekosistem.

C. Kelahiran, Kematian, dan Perpindahan

Populasi bersifat dinamis artinya cenderung selalu berubah. Perubahan yang paling mencolok dalam suatu populasi adalah perubahan jumlah individu sehingga kepadatan populasi juga berubah. Secara umum, kepadatan populasi dipengaruhi oleh tiga faktor utama, yaitu kelahiran, kematian, dan perpindahan.

#1 Kelahiran (Natalitas)
Kelahiran menyebabkan jumlah individu di dalam populasi bertambah sehingga kepadatan populasi juga akan bertambah. Jika disertai dengan faktor lain, semakin besar angka kelahiran maka akan semakin tinggi kepadatan populasinya.

#2 Kematian (Mortalitas)
Kematian menyebabkan jumlah individu di dalam populasi berkurang sehingga kematian menyebabkan kepadatan populasi berkurang. Semakin banyak individu yang meninggal dalam suatu populasi maka akan semakin rendah kepadatan populasinya.

#3 Imigrasi 
Imigrasi adalah masuknya individu baru ke suatu populasi sehingga jumlah individu sejenis di poupuasi tersebut bertambah. Karena terjadi peningkatan jumlah individu, maka kepadatan populasi juga meningkat. Semakin banyak individu yang masuk, maka akan semakin tinggi kepadatan populasi.

#4 Emigrasi
Emigrasi adalah kebalikan dari imigrasi yaitu keluarnya individu dari suatu populasi sehingga jumlah individu di dalam populasi tersebut berkurang. Karena jumlah individu berkurang, maka emigrasi akan menyebabkan kepadatan populasi berkurang. Semakin banyak individu yang keluar, maka akan semakin rendah kepadatan populasi.

Contoh Soal :
Sebuah populasi terdiri dari 200 ekor ayam menempati sebuah daerah yang luasnya 100 m2. Jika pada populasi tersebut terjadi 300 kelahiran, 20 kematian, 30 individu melakukan emigrasi dan 50 individu masuk, maka tentukan kepadatan populasi tersebut pada awal dan setelah terjadi perubahan.

Pembahasan :
Dik : N = 200 ekor, S = 100 m2, n = 300, m = 20, e = 30, i = 50
Dit : D = ... ?

Kepadatan populasi mula-mula:
⇒ D = N/S
⇒ D = 200 ekor/ 100 m2
⇒ D = 2 ekor/m2

Kepadatan populasi setelah berubah:
⇒ D = N'/S
⇒ D = (N + n + i - m - e) ekor/ 100 m2
⇒ D = (200 + 300 + 50 - 20 - 30) ekor/ 100 m2
⇒ D = 500 ekor/ 100 m2
⇒ D = 5 ekor/m2

Dari perhitungan tersebut dapat kita lihat, bahwa kepadatan populasi ayam tersebut bertambah dari 2 ekor permeter persegi menjadi 5 ekor permeter persegi.

Baca juga : Klasifikasi Organisme Dalam Ekosistem.
Seluruh konten yang diterbitkan di edukiper.com dilindungi undang-undang hak cipta. Dilarang menerbitkan ulang konten dalam bentuk dan cara apapun.

Related Post:

Advertisements

0 comments :

Post a Comment