KOMPONEN BIOTIK DAN KOMPONEN ABIOTIK PENYUSUN EKOSISTEM

Posted by on 2017-03-03 - 8:07 PM

Edukiper.com - Apa yang dimaksud dengan komponen biotik dan komponen abiotik? Dapatkah anda menyebutkan beberapa contoh dari komponen biotik dan komponen abiotik? Sebuah ekosistem terdiri dari dua komponen yaitu komponen biotik dan komponen abiotik. Kedua komponen tersebut melakukan hubungan timbal balik yang saling mempengaruhi saling ketergantungan. Komponen biotik membutuhkan komponen abiotik untuk memenuhi berbagai kebutuhan dan bertahan hidup, begitu pula komponen abiotik membutuhkan komponen biotik untuk menyeimbangkan kondisinya. Komposisi komponen biotik dan komponen abiotik yang seimbang akan menghasilkan suatu ekosistem yang seimbang. Perubahan komponen penyusun eksosistem dapat menyebabkan ekosistem berubah. Pada kesempatan ini, Edukiper akan membahas komponen-komonen penyusun ekosistem.

A. Komponen Biotik Penyusun Ekosistem

Biotik merupakan istilah yang digunakan untuk menyatakan segala sesuatu yang sifatnya hidup. Komponen biotik adalah komponen penyusun ekosistem berupa makhluk hidup. Makhluk hidup penyusun ekosistem dapat berupa tumbuhan, hewan, dan manusia.

Komponen biotik termasuk komponen utama yang menyusun ekosistem sebab komponen biotik memiliki pengaruh yang cenderung dominan. Berdasarkan fungsi dan kedudukannya di dalam suatu ekosistem, komponen biotik dapat dikelompokkan menjadi tiga jenis, yaitu produsen, konsumen, dan pengurai.

#1 Produsen
Produsen adalah komponen biotik yang berperan menghasilkan zat organik sehingga sering juga disebut sebagai penghasil. Komponen biotik yang berperan sebagai produsen adalah makhluk hidup yang mampu menghasilkan bahan organik dari bahan anorganik melalui proses fotosintesis.

Makhluk hidup yang dapat menghasilkan bahan organik umumnya merupakan makhluk hidup autotrof. Makhluk hidup autotrof mampu menghasilkan zat organik dengan bantuan energi matahari. Sebagai penghasil, produsen memegang peran yang sangat penting bagi kelangsungan ekosistem sebab menjadi satu-satunya sumber utama dalam rantai makanan.

Reaksi pembentukan zat glukosa dari karbondioksida dan air dengan bantuan sinar matahari yang ditangkap oleh klorofil daun disebut fotosintesis. Selain menghasilkan zat makanan dalam bentuk glukosa, fotosintesis juga menghasilkan oksigen.

Reaksi fotosintesis :
6 CO2 + 6 H2O → C6H12O6 + 6O2

Fotosintesi dapat berlangsung dengan bantuan cahaya matahari yang ditangkap oleh klorofil. Umumnya, organisme yang memiliki klorofil adalah tumbuhan hijau. Oleh karena itu, tumbuhan merupakan produsen utama dalam suatu ekosistem.

Pada ekosistem darat, semua tumbuhan berbiji dan tumbuhan berhijau daun merupakan produsen misalnya tumbuhan mangga, tumbuhan paku, tumbuhan padi, tumbuhan tebu, tumbuhan lumut, dan sebagainya. Di ekosistem laut, ada ganggang yang berperan sebagai produsen sedangkan di ekosistem air payau ada alga dan hydrilla.

Komponen biotik dan komponen abiotik ekosistem

#2 Konsumen
Konsumen atau pemakai adalah komponen biotik yang tidak dapat menghasilkan zat organik sendiri sehingga memanfaatkan organisme produsen (tumbuhan) untuk memenuhi kebutuhan mereka akan bahan-bahan organik atau dengan memakan makhluk lain untuk memenuhi nutrisi mereka.

Komponen biotik yang berperan sebagai konsumen digolongkan sebagai organisme heterotrof yang memakai zat organik yang dihasilkan oleh produsen sebagai sumber energi untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangannya misalnya hewan dan manusia.

Berdasarkan jenis makanan yang dikonsusmsinya, hewan dapat dibedakan menjadi tiga kelompok, yaitu:
a). Herbivora : pemakan tumbuhan, misal kambing, kerbau, sapi, dll
b). Karnivora : pemakan daging, misal harimau, anjing, elang, dll
c). Omnivora : pemakan segala, misal tikus, kera, ayam, dll.

Berdasarkan tingkatannya, konsumen dikelompokkan menjadi:
a). Konsumen tingkat I
b). Konsumen tingkat II
c). Konsumen tingkat III

Konsumen tingkat I adalah makhluk hidup yang memakan tumbuhan secara langsung. Semua hewan herbivora merupakan konsumen tingkat I. Beberapa hewan yang termasuk konsumen tingkat I antaralain kambing, sapi, kerbau, kelinci, dan sebagainya.

Konsumen tingkat II adalah makhluk hidup yang memakan konsumen tingkat I atau memakan hewan-hewan herbivor. Konsumen tingkat II umumnya merupakan hewan pamakan daging atau karnivor dan biasa pula disebut sebagai predator misalnya ular, anjing, serigala, beruang, harimau, dan sebagainya.

Makhluk hidup yang memakan konsumen tingkat II disebut sebagai konsumen tingkat III. Konsumen tingkat III umumnya juga merupakan hewan predator dan beberapa di antaranya merupakan konsumen puncak yang tidak ada lagi konsumen lain yang akan memangsanya. Contoh konsumen tingkat III yang paling umum adalah elang.

#3 Pengurai
Pengurai atau dekomposer adalah makhluk hidup yang menguraikan zat-zat organik baik produsen atau konsumen yang sudah mati menjadi zat-zat anorganik kembali. Organisme yang beperan sebagai pengurai dalam suatu ekosistem adalah bakteri atau jamur.

Selain dekomposer, terdapat pula makhluk hidup yang berperan sebagai detritivor, yaitu organisme yang memakan detritus atau remah-remah yang merupakan zat organik moleku besar untuk kemudian diubah menjadi zat organik molekul lebih kecil. Organisme yang berperan sebagai detritivor antaralain cacaing tanah dan rayap.

B. Komponen Abiotik Penyusun Ekosistem

Abitoik merupakan istilah yang digunakan untuk menyatakan segala seuatu yang sifatnya tidak hidup atau benda mati. Komponen abiotik adalah komponen penyusun ekosistem berupa benda mati seperti tanah, air, uara, cahaya, kelembaban, dan sebagainya.

#1 Tanah
Tanah merupakan salah satu komponen abiotik utama bagi suatu ekosistem khsusunya ekosistem darat. Tanah menjadi tempat berlangsungnya aktivitas dan interaksi antar komponen di dalam suatu ekosistem. Bagi tumbuhan, tanah merupakan tempat untuk menyerap zat hara.

#2 Air
Air merupakan salah satu komponen abiotik utama bagi ekosistem khsusunya ekosistem air. Air merupakan tempat berlangsungya aktivitas dan interaksi antar komponen di ekosistem air. Selain itu, air juga menjadi kebutuhan utama di eskosistem darat yang digunakan untuk metabolisme tubuh makhluk hidup.

#3 Udara
Sama pentingnya seperti tanah dan air, udara juga menjadi salah satu komponen abiotik yang sangat dibutuhkan oleh makhluk hidup di dalam ekosistem. Di udara terdapat oksigen yang digunakan untuk mengubah zat makanan menjadi energi melalui epristiwa respirasi. Di udara juga terdapat karbondioksida dan uap air yang digunakan untuk membentuk glukosa pada proses fotosintesis.

#4 Cahaya Matahari
Cahaya matahari merupakan sumber energi utama di dalam suatu ekosistem. Cahaya matahari sangat diperlukan oleh tumbuhan untuk melakukan fotosintesis. Seperti yang telah dibahas sebelumnya, tumbuhan merupakan produsen yang menyediakan zat organik yang dibutuhkan oleh konsumen. Tanpa cahaya matahari, tumbuhan tidak dapat melakukan fotosintesis sehingga tidak dihasilkan zat organik.

Cahaya matahri yang ditangkap oleh klorofil digunakan untuk fotosintesis, yaitu untuk menghasilkan zat makanan berupa gula. Pada tumbuhan serelia, gula yang dihasilkan dalam bentuk zat tepung atau amilum. Pada tanaman kacang-kacangan, zat makanan dihasilkan dalam bentuk protein atau lemak.

#5 Suhu dan Kelembaban Udara
Suhu dan kelembaban udara merupakan faktor abiotik yang juga mempengaruhi kehidupan komponen biotik. Setiap makhluk hidup memerlukan suhu tertentu untuk melangsungkan kehidupan dan berbagai fungsi metabolisme dalam tubuhnya. 

Pengaruh suhu terhadap makhluk hidup terlihat pada cara kerja enzim yang terdapat di dalam tubuh makhluk hidup. Enzim ini berfungsi untuk mempercepat reaksi yang berlangsung di dalam tubuh. Enzim hanya bekerja dengan baik pada suhu tertentu yang disebut suhu optimal. Jika suhu tidak sesuai, maka fungsi enzim akan terganggu dan metabolisme tubuhpun juga terganggu.
Seluruh konten yang diterbitkan di edukiper.com dilindungi undang-undang hak cipta. Dilarang menerbitkan ulang konten dalam bentuk dan cara apapun.

Related Post:

Advertisements

0 comments :

Post a Comment