PENGELOMPOKKAN ORGANISME BERDASARKAN CARA DAN JENIS MAKANAN

Posted by on 2017-03-06 - 8:42 AM

Edukiper.com - Apa yang dimaksud dengan prodsen dan konsumen dalam ekosistem? Apa perbedaan antara organisme autotrof dan organisme heterotrof? Dapatkan anda mengelompokkan organisme berdasarkan cara dan jenis makanannya? Selain membahas satuan makhluk hidup, dalam ekosistem juga dipelajari pengelompokkan makhluk hidup atau klasifikasi organisme berdasarkan cara dan jenis makanannya. Pada pembahasan komponen-komponen penyusun ekosistem telah dibahas pengelompokkan organisme berdasarkan tingkatannya di dalam rantai makanan. Pada kesempatan ini, Edukiper juga akan membahas pengelompokkan organsime berdasarkan cara memperoleh makanan dan jenis makanannya.

A. Produsen, Konsumen dan Pengurai

Jika dilihat berdasarkan tingkatannya di dalam rantai makanan, organisme di dalam suatu ekosistem dapat dikelompokkan menjadi tiga kelompok utama, yaitu produsen, konsumen, dan pengurai. Berdasarkan makanan dan tingkatannya, konsumen dibagi lagi menjadi konsumen tingkat I, konsumen tingkat II, konsumen tingkat III, dan konsumen puncak.

#1 Produsen
Sesuai dengan namanya, produsen adalah kelompok organisme yang di dalam suatu ekosistem berperan sebagai penghasil. Produsen menghasilkan zat organik yang akan menjadi sumber energi bagi organisme konsumen. Seluruh tumbuhan yang dapat melakukan fotosintesis merupakan produsen karena dapat menghasilkan zat organik sendiri dengan bantuan matahari dan kandungan klorofil yang dimilikinya.

#2 Konsumen Tingkat I
Konsumen adalah organisme yang memanfaatkan zat organik yang dihasilkan oleh produsen untuk memenuhi kebutuhan energinya. Konsumen tingkat I adalah konsumen yang memperoleh energi langsung dari produsen atau tumbuhan. Organisme ini langsung memakan tumbuhan untuk memenuhi energinya misalnya kambing, kuda, kerbau, lembu, dan sebagainya.

#3 Konsumen Tingkat II
Konsumen tingkat II adalah konsumen yang berada di atas konsumen tingkat I di dalam rantai makanan. Konsumen tingkat II umumnya memakan organisme konsumen tingkat I sehingga lebih dikenal sebagai pemakan daging atau karnivora misalnya harimau, serigala, beruang, dan sebagainya.

#4 Konsumen Tingkat III
Konsumen tingkat III berada di atas konsumen tingkat II dalam rantai makanan. Konsumen tingkat III umumnya memakan konsumen tingkat II atau ada juga yang memakan konsumen tingkat I. Karena cenderung memangsa pemakan daging lainnya, maka konsumen tingkat III sering pula disebut sebagai predator atau pemangsa. Beberapa konsumen tingkat II dapat pula bertindak sebagai konsumen tingkat III.

#4 Konsumen Puncak
Konsumen puncak sering dikelompokkan ke dalam konsumen tingkat III namun beberapa referensi membedakan keduanya menjadi dua kelompok. Konsumen puncak adalah konsumen paling atas yang memangsa konsumen di bawahnya dan tidak ada organisme lain yang akan memangsanya. Salah satu hewan yang digolongkan konsumen puncak adalah sang raja langit yaitu elang.

#5 Pengurai
Sesuai dengan namanya, pengurai atau dekomposer adalah organisme yang berperan sebagai pengurai di dalam suatu ekosistem. Organisme ini berperan menguraikan zat organik sisa-sisa makhluk hidup yang sudah mati menjadi zat anorganik.

Baca juga : Komponen Biotik dan Abiotik dalam Ekosistem.

B. Organisme Autotrof dan Organisme Heterotrof

Klasifikasi organisme berdasarkan cara dan jenis makanan

Berdasarkan kemampuannya untuk menghasilkan makanan, organisme di dalam suatu ekosistem secara garis besar dikelompokkan menjadi dua kelompok, yaitu organisme autotrof dan organisme heterotrof. Selanjutnya, organisme heterotrof akan dikelompokkan berdasarkan cara memperoleh makanan dan jenis makanannya.

#1 Organisme Autotrof
Organisme autotrof adalah organisme yang dapat membuat makanannya sendiri dengan cara mengubah zat-zat anorganik menjadi zat organik. Organisme autotrof umumnya merupakan tumbuhan berklorofil yang dapat melakukan proses fotosintesis.

Karena dapat menghasilkan makanannya sendiri melalui fotosintesis, maka organisme autotrof berperan sebagai produsen di dalam suatu eksositem seperti yang telah dijelaskan di atas. Tumbuhan mampu menghasilkan zat organik dengan bantuan cahaya matahari sehingga prosesnya disebut fotosintesis.

Untuk melangsungkan fotosintesis dibutuhkan beberapa komponen seperti klorofil, air, karbindioksida, dan cahaya matahari. Melalui proses fotosintesis, tumbuhan dapat menghasilkan zat makanan berupa gula atau glukosa dan oksigen.

Beberapa organisme lain juga dapat menghasilkan makanan dengan memanfaatkan energi dari pembongkaran zat kimia melalui sebuah proses yang disebut kemosintesis. Organisme yang dapat melakukan kemosintesis misalnya bakteri nitrifikasi.

#2 Organisme Heterotrof
Organisme heterotrof adalah organisme yang tidak dapat membuat makanannya sendiri atau tidak dapat menghasilkan zat organik dari zat anorganik sehingga harus memanfaatkan zat organik yang dihasilkan oleh organisme autotrof untuk memenuhi kebutuhan energinya atau bergantung pada makhluk lain.

Karena tidak dapat menghasilkan makanannya sendiri, maka organisme heterotrof digolongkan sebagai konsumen di dalam suatu ekosistem. Pada pembahasan berikutnya, kita akan mengelompokkan organisme heterotrof berdasarkan cara dan jenis makanannya.

Baca juga : Satuan Makhluk Hidup di dalam Ekosistem.

C. Organisme Heterotrof Berdasarkan Cara Makan

Berdasarkan cara yang digunakan untuk memperoleh makanan, organisme heterotrof dapat dibedakan menjadi empat kelompok, yaitu hiper parasit, semi parasit, parasit obligat, dan saprofor.

#1 Hiper Parasit
Hiper parasit adalah istilah yang digunakan untuk menyatakan oragnisme parasit yang hidup di organisme parasit lainnya. Organisme hiper parasit memanfaatkan tanaman parasit sebagai inang untuk memperoleh makanan, misalnya viscum pada tumbuhan benalu.

#2 Semi Parasit
Semi parasit adalah istilah yang digunakan untuk menyatakan organisme heterotrof yang memiliki klorofil namun harus mengambil bahan anorganik dari tumbuhan hijau lainnya untuk difotosintesis terlebih dahulu misalnya tumbuhan benalu.

#3 Parasit Obligat
Parasit obligat adalah istilah yang digunakan untuk menyatakan organisme heterotrof yang tidak memiliki klorofil sehingga harus mengambil zat organik dari tumbuhan lain. Beberapa organisme yang bersifat parasit obligat antaralain tali putri, jamur parasit, Rafflesia, dan sebagainya.

#4 Saprofor
Saprofor adalah organisme heterotrof yang memperoleh makanan dengan cara memakan sisa-sisa organisme yang sudah mati. Beberapa organisme saprofor antaralain rayap, bakteri, cacaing tanah, jamur saprofit, dan sebagainya.

D. Organisme Heterotrof Berdasar Jenis Makanan

Berdasarkan jenis makanannya, organisme heterotrof dapat dikelompokkan menjadi beberapa jenis, yaitu herbivora, karnivora, omnivora, scavenger, dan detrivor.

#1 Herbivora
Herbivora adalah organisme yang memakan tumbuhan secara langsung. Karena memakan tumbuhan atau produsen, maka organisme herbivora umumnya merupakan konsumen tingkat I di dalam rantai makanan. Herbivora umumnya merupakan hewan pemakan rumput dan daun seperti kambing, sapi, kerbau, belalang, dan sebagainya.

#2 Karnivora
Karnivora adalah organisme yang memakan daging. Di dalam rantai makanan, organisme karnivora dapat berperan sebagai konsumen tingkat II atau konsumen tingkat III. Organisme karnivora umumnya merupakan hewan pemakan daging seperti harimau, serigala, ular, dan sebagainya. Selain hewan, terdapat juga tumbuhan yang karnivora misalnya pinguiculla, kantung semar, dan sebagainya .

#3 Omnivora
Omnivora adalah organisme yang memakan tumbuhan dan daging sehingga sering pula disebut sebagai pemakan segala. Dalam rantai makanan, organisme omnivora dapat berperan sebagai konsumen tingkat I, konsumen tingkat II, atau konsumen tingkat III bergantung apa yang dimakannnya.

#4 Scavenger
Scavenger adalah organisme pemakan bangkai. Umumnya organisme scavenger adalah hewan yang memanfaatkan bangkai sebagai makanan utamanya misalnya burung nasar.

#5 Detrivor
Detrivor adalah organisme yang memanfaatkan sisa-sisa atau rema-rema makhluk hidup yang telah mati sebagai bahan makanannya. Beberapa organisme detrivor umumnya diglolongkan ke dalam kelompok pengurai misalnya cacing tanah, rayap, serangga tanah, dan sebagainya.

Baca juga : Pengertian Lingkungan dan Jenis-jenis Ekosistem.
Seluruh konten yang diterbitkan di edukiper.com dilindungi undang-undang hak cipta. Dilarang menerbitkan ulang konten dalam bentuk dan cara apapun.

Related Post:

Advertisements

0 comments :

Post a Comment