Bahan Kimia Pembersih, Pemutih, Pewangi dan Insektisida di Sekitar Kita

Posted by on 30 September 2017 - 5:57 PM

Edukiper.com - Bahan Kimia di Kehidupan Sehari-hari. Kehidupan manusia memang sulit dilepaskan dari beberapa bahan kimia yang sudah umum digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Pemanfaatan bahan kimia untuk berbagai keperluan terus berkembang dengan ditemukannya inovasi-inovasi yang pada akhirnya dihasilkan untuk keperluan komersil. Tidak bisa dipungkiri bahwa terkadang manusia terlalu bergantung pada produk tertentu yang diklaim berkualitas dan digembor-gemborkan oleh produsen besar melalui reklame atau iklan televisi.

Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan, produk-produk berbahan kimia pun terus berkembang. Tidak heran jika semakin hari semakin banyak saja produk-produk berbahan kimia yang dijual di pasaran. Untuk produk tertentu bahkan tersedia dalam beberapa varian.

Dari sekian banyak produk berbahan kimia yang diproduksi dan diedarkan kepada masyarakat, beberapa yang paling umum antara lain bahan pembersih, bahan pemutih, bahan pewangi, dan bahan pembasmi serangga atau insektisida.

Keempat jenis produk berbahan kimia tersebut termasuk produk yang paling sering digunakan di rumah. Hampir setiap hari orang menggunakannya sesuai dengan kegunaan bahan tersebut. Dan bisa dipastikan bahwa di setiap rumah pasti dapat ditemukan salah satu atau semua produk tersebut.

A. Bahan Pembersih

Bahan kimia dalam kehidupan sehari-hari

Sesuai dengan namanya, bahan pembersih adalah bahan-bahan yang digunakan untuk mempermudah proses pembersihan benda dari noda, debu, atau kotoran yang menempel. Bahan pembersih umumnya digunakan untuk membersihkan pakaian, peralatan makan, tubuh, dan sebagainya.

Bahan pembersih termasuk bahan kimia yang paling sering dan umum digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Bahan ini bahkan digunakan setiap hari. Bahan pembersih yang umum digunakan antara lain sabun dan deterjen.

#1 Sabun
Sabun dibuat dari bahan-bahan alami, misalnya lemak hewan dan minyak tumbuhan. Sabut diproduksi melalui suatu reaksi penyabunan atau dikenal dengan istilah saponifikasi. Dalam reaksi ini, lemak dan minyak akan mengalami rekasi dengan larutan natrium hidroksida atau kalium hidroksida dan menghasilkan sabun.

Sabun digunakan untuk membantu mengangkat kotoran atau noda yang menempel pada kulit atau serat kain. Kotoran yang menempel pada kulit atau pakaian umumnya mengandung lemak atau minyak sehingga akan sulit jika hanya dibersihkan dengan air. Sabun akan mengangkat kotoran tersebut kemudian melarutkannya dalam air.

#2 Deterjen
Bahan pembersih lain yang cukup umum digunakan dan produknya terus betambah setiap tahun adalah produk deterjen. Tidak hanya tersedia dalam bentuk bubuk, kini deterjen juga sudah semakin banyak yang dibuat dalam bentuk cair. Prinsip kerja deterjen sebenarnya sama dengan sabun hanya saja deterjen memiliki daya cuci yang lebih kuat dibanding sabun.

Selain sabun dan deterjen, masih ada beberapa produk pembersih yang juga umum digunakan dalam kehidupa sehari-hari, misalnya pembersih lantai, pembersih kaca, pembersih bahan vinyl, permbersih kloset, pembersih furnitur kayu, dan sebagainya.

B. Bahan Pemutih

Bahan pemutih adalah bahan yang digunakan untuk memutihkan atau memberi efek cerah sehingga tampak lebih putih. Bahan pemutih yang umum digunakan dalam kehidupan sehari-hari adalah bahan pemutih pakaian dan pemutih wajah.

#1 Pemutih Pakaian
Sesuai dengan namanya, pemutih pakaian umumnya digunakan untuk memutihkan pakaian atau mencerahkan pakaian berwarna putih yang sudah mulai kusam. Selain itu, bahan pemutih pakaian ini juga biasa digunakan untuk menghilangkan noda membandel yang menempel pada pakaian.

Bahan pemutih biasanya digunakan bersama-sama dengan deterjen atau dilakukan secara terpisah untuk menghindari kerusakan. Bahan pemutih mampu memecah ikatan pada molekul noda dan melepaskannya dari serat kain sehingga noda yang membandel dapat diatasi. Akan tetapi, jika tidak hati-hati, penggunaannya justru dapat merusak pakaian.

#2 Pemutih Wajah
Pemutih wajah merupakan salah satu bahan yang umum digunakan oleh wanita untuk membantu mencerahkan kulit wajah atau bagian kulit lain yang terlihat gelap. Bahan ini biasanya sudah diracik dalam suatu bahan kosmetik atau pembersih wajah khusus.

Produk-produk pemutih wajah terus berkembang seiring perkembangan zaman dan kebanyakan dari produk tersebut menggunakan bahan kimia dengan kadar tertentu sesuai ketentuan. Akan tetapi, penggunaan pemutih wajah harus dilakukan secara hati-hati karena banyak juga produk yang menggunakan bahan kimia berbahaya seperti merkuri yang dapat menimbulkan kanker kulit.

C. Bahan Pewangi

Bahan pewangi atau pengharum merupakan bahan kimia berikutnya yang cukup umum digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Bahan pengharum digunakan untuk berbagai keperluan seperti pengharum ruangan, pengharum pakaian, pengharum tubuh, pengharum lantai, pengharum mobil, dan sebagainya.

Bahan pewangi ini biasanya menjadi salah satu bahan utama dalam suatu produk misalnya parfum, pengharum pakaian, pengharum ruangan, dan sebagainya yang memang tujuan utamannya adalah untuk mengharumkan.

Selain itu bahan ini juga sering dipakai sebagai bahan tambahan atau pelengkap dalam produk lain misalnya pembersih pakaian yang dilengkapi dengan pengharum, pembersih lantai yang dilengkapi dengan aroma tertentu, dan sebagainya.

Aroma yang terkandung dalam bahan pewangi biasanya berupa aroma bunga atau buah-buahan. Aroma tersebut dapat dibuat dari satu jenis aroma atau dapat pula dipadukan dari beberapa aroma untuk menghasilkan suatu aroma tertentu yang lebih disukai.

Beberapa senyawa yang umu digunakan untuk menghasilkan aroma pada bahan pewangi antaralain citral untuk menghasilkan aroma lemon, irone untuk menghasilkan aroma violet, jasmine untuk aorma melati, geraniol untuk aroma mawar, dan sebagainya.

Dewasa ini, senyawa yang digunakan sebagai bahan pewangi tidak hanya diperoleh dari alam melainkan jga dikembangkan melalui proses kimia untuk menghasilkan senyawa buatan (sintetis). Untuk mendapatkan suatu aroma, terkadang dibutuhkan campuran dari puluhan senyawa.

D. Bahan Pembasmi Serangga

Bahan pembasmi serangga termasuk salah satu jenis bahan kimia yang cukup umum digunakan dalam kehidupan manusia. Bahan pembasmi serangga (insektisida) umumnya digunakan oleh petani untuk membasmi serangga yang menrusak tanaman.

Obat pembasmi serangga digunakan untuk membunuh nyamuk, belalang, wereng, atau kumbang penggerek yang umum menyerang tanaman pertanian seperti padi dan jagung. Berbagai jenis insektisida juga digunakan untuk membasmi hama lain yang merugikan petani.

Meski penggunaan insektisida membantu petani membasmi serangga yang merusak tanaman, akan tetapi penggunaan bahan ini jga berbahaya untuk kesehatan terutama kesehatan para petani. Selain itu, hasil pertanian yang terlalu sering disemprot dengan insektisida juga beresiko bagi kesehatan.

Advertisements

0 comments :

Post a Comment