Kumpulan Rumus Pemantulan Cahaya dan Pembentukan Bayangan

Posted by on 2017-10-23 - 3:42 PM

Edukiper.com - Hukum Pemantulan Cahaya dan Pembentukan Bayangan. Kumpulan rumus, rangkuman teori, dan konsep dasar optika geometri bagian pertama tentang pemantulan cahaya dan pembentukan bayangan dilengkapi dengan keterangan simbol dan satuan. Kumpulan rumus pemantulan cahaya ini disusun berdasarkan beberapa subtopik utama yang umum dibahas dalam bab optika geometri. Kumpulan rumus ini disusun untuk membantu murid memahami konsep dasar dalam otpika geometri.
Beberapa subtopik yang akan dibahas dalam kumpulan rumus optika geometri ini antara lain pemantulan cahaya, hukum Snellius tentang pemantulan, pemantulan cahaya pada cermin datar, pembentukan bayangan pada cermin cekung, pembentukan bayangan cermin cembung, dan persamaan umum untuk cermin.

Kumpulan rumus ini dapat dimanfaatkan sebagai penunjang pembelajaran atau untuk menyelesaikan beberapa model soal misalnya menentukan jumlah bayangan yang dihasilkan cermin datar, menentukan sifat bayangan yang dihasilkan cermin cekung, menentukan jarak bayangan, dan sebagainya.

Pemantulan Cahaya Pada Cermin Datar

Hukum pemantulan Snellius

#1 Hukum Pemantulan Snellius
Pada pemantulan cahaya, berlaku hukum Snellius sebagai berikut :
1). Sinar datang, sinar pantul, dan garis normal terletak pada satu bidang datar
2). Besar sudut datang sama dengan sudut pantul.
i = r

Keterangan :
i = besar sudut datang
r = besar sudut pantul.

#2 Bayangan Pada Cermin Datar
Sifat-sifat bayangan yang dihasilkan pada cermin datar :
1). Bersifat maya (tidak dapat ditangkap oleh layar)
2). Tegak seperti bendanya
3). Ukurannya sama besar seperti ukuran benda
4). Jarak bayangan ke cermin sama dengan jarak benda ke cermin

#3 Panjang Minimal Cermin Datar
Jika tubuh manusia disimbolkan dengan h dan panjang cermin datar disimbolkan dengan L, maka agar dapat melihat bayangan tubuh seluruhnya diperlukan cermin datar yang panjangnya setengah dari tinggi manusia tersebut.
L = ½ h

Keterangan :
L = panjang minimal cermin yang digunakan (m)
h = tinggi tubuh (m).

#4 Jumlah Bayangan
Jika dua buah cermin datar diletakkan saling membentuk sudut α, maka banyaknya bayangan yang terbentuk dari dua buah cermin tersebut adalah :
n = 360o  − 1
α

Keterangan :
n = banyak bayangan yang terbentuk
α = sudut antara kedua cermin.

Persamaan Umum Cermin

#1 Hubungan f dan R
f = ½R
R = 2f

Keterangan :
f = jarak fokus atau jarak titik api cermin (cm)
R = jari-jari kelengkungan cermin (cm)

#2 Hubungan f, s, dan s'
1  = 1 + 1
f s s'

Keterangan :
f = jarak fokus atau jarak titik api cermin (cm)
s = jarak benda ke cermin (cm)
s' = jarak bayangan benda ke cermin (cm)
s'(+) = bayangan nyata (di depan cermin)
s'(-) = bayangan maya (di belakang cermin).

#3 Perbesaran Bayangan
M = |s'|  = h'
|s| h

Keterangan :
M = perbesaran bayangan
h = tinggi benda (cm)
h' = tinggi bayangan (cm)
s' = nilai mutlak jarak bayangan (cm)
s = jarak benda (cm)
| | = nilai mutlak, hasilnya positif.

Bayangan Pada Cermin Cembung 

#1 Karakteristik Cermin Cembung
Beberapa karakteristik cermin cembung :
1). Titik fokus dan pusat kelengkungan berada di belakang cermin
2). Jarak Fokus berharga negatif
3). Bersifat divergen (memencarkan sinar)

#2 Tiga Sinar Istimewa Cermin Cembung
Sinar-sinar istimewa pada cermin cembung antaralain :
1). Sinar datang sejajar sumbu utama dipantulkan seolah dari titik fokus
2). Sinar datang menuju titik fokus dipantulkan sejajar sumbu utama
3). Sinar datang menuju pusat kelengkungan dipantulkan kembali seakan-akan datang dari titik pusat kelengkungan tersebut.

#3 Bayangan Cermin Cembung
Cermin cembung cukup unik, karena sifat bayangan yang dihasilkan dimanapun benda diletakkan di depan cermin selalu sama. Sifat bayangan yang dihasilkan selalu maya, tegak, dan diperkecil.

Bayangan Pada Cermin Cekung 

Sifat bayangan pada cermin cekung

#1 Karakter Cermin Cekung
Karakteristik cermin cekung:
1). Titik fokus dan pusat kelengkungan berada di depan cermin
2). Jarak fokus (f) bernilai positif
3). Bersifat konvergen (mengumpulkan sinar).

#2 Tiga sinar istimewa cermin cekung
Sinar-sinar istimewa pada cermin cekung antaralain :
1). Sinar datang sejajar sumbu utama dipantulkan melalui titik fokus
2). Sinar datang melalui titik fokus dipantulkan sejajar sumbu utama
3). Sinar datang melalui pusat kelengkungan dipantulkan kembali melalui titik itu.

#3 Bayangan Pada Cermin Cekung
Sifat-sifat bayangan pada cermin cekung tergantung pada letak beda di depan cermin. Berdasarkan posisi benda di depan cermin, maka ada beberapa kemungkinan sifat bayangan yang dihasilkan.

Penentuan sifat bayangan pada cermin cekung dapat menggunakan metode penomoran. Metode penomoran ruang untuk cermi cekung :
1). Jumlah nomor ruang benda dan nomor ruang bayangan sama dengan 5
Rbenda + Rbayangan = 5

2). Jika nomor ruang benda > nomor ruang bayangan → bayangan diperkecil
3). Jika nomor ruang benda < Nomor ruang bayangan → bayangan diperbesar
4). Jika bayangan di ruang IV → sifat bayangan maya dan tegak
5). Jika bayangan di ruang II dan III → nyata dan terbalik.

Jika benda diletakkan tepat di titik fokus , maka bayangannya terletak di tak terhingga. Jika benda diletakkan di pusat kelengkungan, maka bayangannya di pusat kelengkungan juga, tetapi dengan posisi terbalik, nyata, dan sama besar dengan bendanya.

Demikianlah kumpuan rumus dan ringkasan tentang pemantulan cahaya dan pembentukan bayangan pada cermin. Jika kumpulan rumus ini bermanfaat, bantu kami membagikannya kepada teman anda melalui tombol share yang tersedia. Terimakasih.
Seluruh konten yang diterbitkan di edukiper.com dilindungi undang-undang hak cipta. Dilarang menerbitkan ulang konten dalam bentuk dan cara apapun.

Related Post:

Advertisements

0 comments :

Post a Comment