TIPE GAYA BELAJAR VISUAL, AUDITORI, DAN KINESTETIK

Posted by on 12 September 2016 - 8:13 AM

Edukiper.com - Tipe atau gaya belajar adalah kecenderungan seseorang dalam menggunakan metode atau cara tertentu dalam belajar untuk memahami suatu materi pembelajaran. Tipe belajar ini biasanya bersesuaian dengan kepribadian seseorang, terkait apa yang ia gemari, cara ia berfikir, atau metode apa yang paling bekerja untuknya.

Tiap anak memiliki gaya belajar masing-masing, bahkan dua anak yang memiliki tipe belajar yang sama bisa saja menggunakan metode atau teknik belajar yang berbeda. Jadi, pada dasarnya tipe belajar berhubungan dengan dua proses dalam kegiatan belajar, yaitu cara kita menyerap informasi melalui indera yang kita miliki, dan cara kita dalam mengolah serta mengatur informasi tersebut.

Lalu, bagaimana cara mengetahui tipe belajar anda? Pada kesempatan ini, Edukiper akan memaparkan tiga tipe belajar yang perlu anda ketahui beserta ciri-cirinya.

Kebanyakan orang tidak menyadari tipe belajar yang ia gunakan. Hal itu terjadi karena mereka hanya belajar sesuai dengan cara atau metode yang diajarkan secara umum. Alhasil, ketika suatu metode tidak bekerja baginya, anak tersebut mengalami kesulitan dalam belajar.

Mengetahui tipe atau gaya belajar adalah hal yang penting untuk meningkatkan potensi anda. Dengan mengetahui tipe belajar yang dominan untuk anda, anda dapat menentukan metode atau cara belajar yang tepat sehingga belajar menjadi lebih efetif dan efisien.

Sebenarnya, ada banyak gaya atau tipe belajar yang digunakan di dunia pendidikan. Namun, klasifikasi tipe belajar yang paling sering digunakan adalah model VAK.

Menurut model ini, gaya belajar dibedakan menjadi tiga tipe, yaitu:
1. Tipe belajar visual
2. Tipe belajar auditori
3. Tipe belajar kinestetik.

#1 Ciri-ciri Tipe Belajar Visual

Tipe belajar visual adalah gaya belajar yang cenderung memanfaatkan ketajaman penglihatan sehingga proses belajar dilakukan dengan cara menyerap informasi berdasarkan apa yang dilihat.

Dalam tipe belajar ini, seseorang akan berusaha menyerap citra terkait dengan visual, gambar, warna, diagram, peta, dan sebagainya. Orang yang belajar dengan tipe visual disebut pembelajar visual (visual learner).

Orang yang belajar dengan tipe visual cenderung menyerap informasi dengan cara melihat hal yang ada di hadapan mereka dan menyimpannya di otak. Dalam hal ini, mereka membutuhkan bukti-bukti konkret yang harus diperlihatkan terlebih dahulu agar dapat memahami informasi atau pelajaran tertentu.

Karakteristik tipe belajar visual yang paling umum adalah adanya kebutuhan untuk melihat informasi secara visual untuk memahami informasi yang dipelajarinya. Dengan kata lain, mereka lebih mudah memahami suatu informasi melalui apa yang mereka lihat daripada yang mereka dengar.

Orang yang menggunakan tipe belajar visual biasanya lebih suka membaca daripada mendengarkan. Mereka juga sangat detail, teratur, dan peka terhadap bentuk dan warna. Kebanyakan orang yang belajar secara visual memiliki tulisan tangan yang bagus.

Pembelajar visual biasanya akan lebih mudah mengingat wajah orang daripada namanya. Mereka juga cenderung mempertahankan kontak mata ketika melakukan percakapan dengan seseorang. Hal itu dilakukan untuk membantu mereka dalam berdialog.

Dari permaparan di atas, berikut beberapa ciri-ciri tipe belajar visual:
1. Lebih mudah mengingat apa yang dilihat daripada yang didengar
2. Lebih suka membaca daripada dibacakan
3. Sangat teliti terhadap detail dan keteraturan
4. Cenderung melihat sikap dan gerakan guru yang sedang mengajar
5. Bukan pendengar yang baik saat berkomunikasi
6. Memiliki minat yang tinggi terhadap warna dan gambar
7. Cenderung suka menulis untuk membantu mengingat
8. Cenderung rapi dan teratur
9. Melihat contoh terlebih dahulu sebelum bertindak
10 Cenderung pasif dalam kegiatan diskusi
11. Lebih memahami gambar dan diagram daripada petunjuk lisan
12. Biasanya cenderung bereaksi berlebihan terhadap suara

Baca juga : Cara Mengembangkan Potensi Pembelajar Visual.

#2 Ciri-ciri Tipe Belajar Auditori

Tipe belajar auditori adalah gaya belajar yang cenderung memanfaatkan pendengaran sehingga proses belajar dilakukan dengan cara menyerap informasi berdasarka apa yang mereka dengar. Dalam tipe ini, seseorang akan berusaha memusatkan konsentrasi untuk mendengar informasi dan memahaminya. Orang yang belajar dengan tipe auditori disebut pembelajar auditori (auditory learner).

Orang yang belajar dengan tipe auditori cenderung menyerap informasi dengan cara mendengar dan cenderung mengalami kesulitan untuk memahami informasi dalam bentuk tulisan secara langsung. Mereka juga cenderung tidak suka membaca dan mengalami kesulitan dalam menulis.

Bagi pembelajar auditori, bahasa verbal merupakan bentuk utama pertukaran informasi yang paling mudah dipahami. Mereka akan lebih mudah memahami suatu pelajaran dengan cara mendengar daripada melihat. Biasanya, pembelajar auditori akan lebih sering berbicara dan sangat suka mendengarkan.

Bertolak belakang dengan pembelajar visual, pembelajar auditori justru lebih mudah mengingat nama dan mengenali suara orang dengan baik, tetapi cenderung sulit mengingat wajah mereka. Saat berkomunikasi, mereka lebih fokus untuk mendengarkan daripada melihat gerak lawan bicara. Saat membaca, mereka cenderung berbisik kepada diri sendiri.

Dari pemaparan di atas, berikut beberapa ciri-ciri tipe auditori:
1. Lebih mudah mengingat apa yang didengar daripada yang dilihat
2. Lebih suka dibacakan daripada membaca
3. Menggerakkan bibir atau mengucaokan tulisan saat membaca
4. Cenderung mendengar penjelasan daripada melihat gerak guru yang mengajar
5. Merupakan pendengar yang baik dan ulung
6. Memiliki minat yang tingi terhadap bunyi, suara, atau musik
7. Cenderung kurang cakap dalam tugas mengarang
8. Cenderung banyak omong atau terlalu aktif berbicara
9. Lebih pandai mengeja dengan keras daripada menulisnya
10. Cenderung akitf dan senang berdiskusi
11. Kurang tertarik memperhatikan hal baru di sekitarnya
12. Mengalami kesulitan mengikuti petunjuk tertulis

Baca juga : Cara Mengembangkan Potensi Pembelajar Auditori.

#3 Ciri-ciri Tipe Belajar Kinestetik

Tipe belajar kinestetik adalah gaya belajar yang cenderung memanfaatkan gerak fisik atau praktik langsung. Pada tipe belajar ini, seseorang cenderung harus menyentuh sesuatu yang memberikan informasi agar dapat mengingatnya. Orang yang belajar dengan tipe kinestetik disebut pembelajar kinestetik (Kinesthetic learner).

Pembelajar kinestetik cenderung menggunakan tangan sebagai alat penerima informasi utama. Mereka menggunakan tangan untuk meraba, menyentuh, atau memegang sesuatu yang berkaitan dengan informasi yang ia terima dan cenderung bisa memahami informasi tersebut tanpa harus membaca penjelasannya.

Orang yang belajar dengan gaya kinestetik cenderung belajar lebih baik dengan bergerak atau menyentuh benda-benda secara langsung daripada melihat atau mendengar. Mereka lebih suka mengekspresikan perasaan secara fisik dan mencoba hal-hal baru dengan cara mempraktikannya.

Dari penjelasan di atas, berikut beberapa ciri-ciri tipe kinestetik:
1. Lebih mudah mengingat apa yang disentuh langsung
2. Lebih suka menggunakan peralatan dan media tertentu
3. Cenderung lebih suka belajar melalui praktik langsung
4. Menggunakan jari sebagai penunjuk saat membaca
5. Cenderung sulit untu diam dan aktif bergerak
6. Cenderung menggerakkan tangan saat mendengarkan penjelasan guru
7. Lebih suka melakukan daripada melihat atau mendengar
8. Menyukai permainan dan aktivitas fisik
9. Cenderung menghafal dengan cara berjalan dan melihat
10. Lebih suka beraksi langsung daripada hanya diskusi
11. Cenderung kesulitan memahami hal abstrak seperti peta, simbol, atau lambang
12. Lebih suka menggunakan objek nyata sebagai alat bantu belajar

Baca juga : Cara Mengembangkan Potensi Pembelajar Kinestetik.

Advertisements