PENGERTIAN DAN JENIS-JENIS GAYA BAHASA DALAM KARYA SASTRA

Posted by on 28 July 2017 - 11:34 AM

Edukiper.com - Jenis-jenis Gaya Bahasa. Salah satu perbedaan yang mencolok antara karya sastra dan karya nonsastra adalah adanya penggunaan gaya bahasa dalam karya sastra yang khas. Hal itu dapat dilihat dengan jelas dari cara atau pengungkapan yang digunakan. Dalam karya sastra, terdapat berbagai bentuk pengungkapan atau dikenal sebagai gaya bahasa yang membuat karya tersebut terasa lebih hidup, berjiwa, dan mengandung unsur keindahan.

Gaya bahasa adalah gaya pengarang dalam menggunakan bahasa atau pemakaian majas (bahasa figuratif) dalam mengungkapkan suatu kondisi atau gambaran di dalam karyanya. Gaya bahasa menggunakan kata-kata kiasan dan perbandingan yang tepat untuk melukiskan maksud tertentu.

Gaya bahasa merupakan salah satu unsur intrinsik dalam karya sastra yang memegang peran penting. Pada beberapa jenis karya sastra, gaya bahasa bahkan bisa menjadi suatu ciri khas penulis atau pengarang. Kadangkala, pembaca dapat menebak siapa penulisnya hanya dari gaya bahasa yang digunakan.

Macam-macam Gaya Bahasa

Berbicara tentang gaya bahasa, maka erat kaitannya dengan penggunaan majas. Majas merupakan bahasa figuratif yang digunakan untuk menyampaikan maksud tertentu dengan menggunakan suatu kiasan atau menggunakan kata tertentu yang dapat menggambarkan maksud tersebut.

Secara garis besar, berdasarkan kegunaannya, gaya bahasa yang digunakan dalam karya sastra dapat dibedakan menjadi empat jenis, yaitu gaya bahasa perbandingan, gaya bahasa penegasan, gaya bahasa pertentangan, dan gaya bahasa sindiran.

#1 Gaya Bahasa Perbandingan
Gaya bahasa perbandingan adalah gaya bahasa yang digunakan untuk menyatakan suatu maksud dengan menggunakan suatu benda atau kondisi tertentu sebagai perbandingan. Dalam gaya bahasa ini perbandingan yang digunakan tidak harus sejalan melainkan bisa pula yang sifatnya berlawanan.

Beberapa jenis majas yang umum digunakan dalam gaya bahasa perbandingan antara lain majas metafora (perbandingan langsung), personifikasi (menghidupkan benda mati), metanomia (penggunaan merek), eufemisme (kata halus), hiperbola (berlebihan), litotes (merendah), tropen (kata sejajar), dan simbolik (lambang).

#2 Gaya Bahasa Penegasan
Sesuai dengan namanya, gaya bahasa penegasan adalah gaya bahasa yang digunakan untuk menyatakan suatu penegasan akan suatu hal atau maksud tertentu. Gaya bahasa penegasan dapat berupa penekanan pada suatu kata atau kalimat, koreksi, atau pengurutan.

Beberapa jenis majas penegasan antara lain pleonasme (menggunakan kata yang sama maknanya), klimaks (semakin lama semakin meuncak), antiklimaks (kebalikan dari klimaks), koreksio (membetulkan kata yang salah), asidenton (pengurutan tanpa penghubung), dan polisindeton (menggunakan banyak kata hubung).

#3 Gaya Bahasa Pertentangan
Gaya bahasa pertentangan adalah gaya bahasa yang digunakan untuk menyatakan suatu kondisi yang bertentangan atau berlawanan. Beberapa bentu gaya bahasa pertentangan yang umum digunakan antara lain paradoks (bertentangan maksudnya), kontradiksi in terminis (berlawanan dengan pernyataan sebelunya), dan antitesis (menggunakan kata-kata berlawanan arti).

#4 Gaya Bahasa Sindiran
Sesuai dengan namanya, gaya bahasa sindiran adalah gaya bahasa yang digunakan untuk menyatakan kebalikan makna atau sebuah sindiran. Beberapa gaya bahasa sindiran yang umum digunakan adalah ironi (sindiran halus), sinisme (sindiran tajam), dan sarkasme (sindiran kasar).

Demikianlah pembahasan singkat mengenai pengertian dan jenis-jenis gaya bahasa atau majas. Jika artikel yang anda baca bermanfaat, silahkan bagikan kepada teman anda melalui tombol share yang tersedia. Terimakasih.

Advertisements

0 comments :

Post a Comment