Kumpulan Rumus dan Konsep Dasar Tentang Alat Optik

Posted by on 25 October 2017 - 8:51 AM

Edukiper.com - Alat Optik. Kumpulan rumus, rangkuman teori, dan konsep dasar tentang alat optik dilengkapi keterangan simbol dan satuannya. Kumpulan rumus alat optik ini merupakan lanjutan dari kumpulan rumus pemantulan dan pembiasan cahaya serta disusun berdasarkan beberapa subtopik utama yang dibahas dalam bab optika geometri. Rumus-rumus ini dirangkum untuk membantu murid memahami konsep dasar alat optik.
Beberapa subtopik yang akan dibahas dalam kumpulan rumus alat optik ini antara lain karakteristik kaca pembesar (lup), mikroskop, teropong bintang, teropong bumi, mata, perbesaran bayangan pada beberapa alat optik, dan beberapa kelainan atau gangguan pada mata.

Kumpulan rumus alat optik ini dapat dimanfaatkan sebagai alat penunjang pembelajaran atau untuk menyelesaikan beberapa model soal misalnya menentukan perbesaran yang dihasilkan oleh kaca pembesar, menentukan panjang mikroskop, menentukan kuat lensa untuk gangguan mata, dan sebagainya.

Rumus untuk Kaca Pembesar (Lup)

Kumpulan rumus alat optik

Lup atau kaca pembesar merupakan sebua alat optik yang umum digunakan untuk membantu membaca tulisan yang kecil.  Alat ini terdiri atas satu lensa cembung. Sifat bayangan yang dihasilkan lup adalah maya, tegak, diperbesar.

#1 Perbesaran untuk Mata tak Berakomodasi 
M = Sn
f

#2 Perbesaran untuk Mata Brakomodasi pada Jarak x
M = Sn  + Sn
f x

#3 Perbesaran untuk Mata berakomodasi Maksimum
M = Sn  + 1
f

Keterangan :
M = perbesaran yang dihasilkan
Sn = titik dekat pengamat (biasanya 25 cm)
f = jarak fokus lensa lup (cm)
x = jarak mata saat pengamatan (cm).

Rumus untuk Mikroskop 

Mikroskop merupakan sebuah alat optik yang umumnya digunakan untuk mengamati suatu objek yang berukuran sangat kecil sehingga tidak dapat dilihat secara langsung dengan mata t3lanjang. Mikroskop dapat menghasilkan perbesaran hingga jutaan kali bergantung jenisnya.

Alat ini terdiri atas dua lensa cembung, yaitu lensa objektif (dekat benda) dan lensa okuler (dekat mata). Karena menggunakan dua lensa, maka ada dua kali perbesaran, yaitu perbesaran oleh lensa objektif dan perbesaran oleh lensa okuler.

#1 Perbesaran Oleh Lensa objektif 
Mob = s'ob
sob

Keterangan :
Mob = perbesaran objektif
s'ob = jarak bayangan ke lensa objektif (cm)
sob = jarak benda ke lensa objektif (cm).

#2 Perbesaran Oleh Lensa Okuler 
a). Untuk mata Tanpa akomodasi
Mok = Sn
fok
sok = fok

b). Untuk mata Berakomodasi Maksimum
Mok = Sn  + 1
fok

Keterangan :
Mok = perbesaran yang dihasilkan lensa okuler
Sn = titik dekat pengamat (cm)
sok = jarak bayangan yang dihasilkan lensa objektif ke lensa okuler (cm).
fok = jarak fokus lensa okuler (cm).

#3 Perbesarn Total 
M = Mob x Mok

#4 Panjang Mikroskop
d = s'ob + sok = s'ob + fok

Keterangan :
d = panjang mikroskop (cm)
s'ob = jarak bayangan ke lensa objektif (cm)
sok = jarak bayangan yang dihasilkan lensa objektif ke lensa okuler (cm)
fok = jarak fokus lensa okuler (cm).

Pada pegamatan, benda diletakkan di ruang II benda dari lensa objektif (fab < sab < Rab). Sifat bayangan yang terbentuk di lensa objektif adalah nyata, terbalik, diperbesar. Bayangan akhir yang dibentuk oleh mikroskop oleh lensa okuler adalah maya, terbalik, dan diperbesar.

Rumus untuk Teropong Bintang

Teropong Bintang merupakan sebuah alat optik yang digunakan untuk mengamati benda langit. Alat ini terdiri atas dua lensa cembung (positif), yaitu lensa objekif dan lensa okuler (dengan fab >> fok).

#1 Perbesaran Sudut
a). Tanpa akomodasi
M = fob/fok

b). Akomodasi maksimum
M = fob/fok

#2 Panjang Teropong
a). Tanpa Akomodasi
d = fob + fok

b). Akomodasi Maksimum
d = fob + sok

Keterangan :
M = perbesaran yang dihasilkan
fob = jarak fokus lensa objektif (cm)
fok = jarak fokus lensa okuler (cm).

Rumus untuk Teropong Bumi

Teropong Bumi merupakan sebuah alat optik yang terdiri atas tiga lensa positif. Masing-masing lnesa berperan sebagai lensa objektif, lensa dokuler, dan lensa pembalik.

#1 Perbesar Sudut
a). Tanpa akomodasi
M = fob/fok

b). Akomodasi maksimum
M = fob/sok

a). Tanpa akomodasi
d = fob + 4fp + fok

b). Akomodasi maksimum
d = fob + 4fp + sok

Keterangan :
M = perbesaran yang dihasilkan
fob = jarak fokus lensa objektif (cm)
fok = jarak fokus lensa okuler (cm)
fp = jarak fokus lensa pembalik (cm).

Kelainan Pada Mata 

#1 Mata Normal 
Sifat bayangan yang dihasilkan oleh mata adalah nyata, diperkecil, dan terbalik di retina.

Karakteristik :
1). Titik jauh (PR) = ~
2). Titik dekat (PP) = 25 cm

#2 Rabun Jauh (Miopi) 
Merupakan kondisi tidak dapat melihat benda jauh dengan jelas akibat lensa mata terlalu cembung.

Karakteristik :
1). Titik jauh (PR) < ~
2). Titik dekat (PP) normal = 25 cm
3). Kuat lensa yang dipakai : P = 100/-PR (lensa cekung)

#3 Rabun Dekat (Hipermetropi)
Merupakan kondisi tidak dapat melihat benda dekat dengan jelas akibat lensa mata terlalu pipih.

Karakteristik :
1). Titik jauh (PR) normal = ~
2). Titik dekat (PP) > 25 cm
3). Kuat lensa yang dipakai : P = 100/x - 100/PP (lensa cembung).

Demikianlah kumpulan rumus tentang alat optik yang dapat kami rangkum. Jika kumpulan rumus ini bermanfaat, bantu kami membagikannya kepada teman anda melalui tombol share di bawah ini. Terimakasih.

Advertisements

0 comments :

Post a Comment